Warga Sangkanwangi Desak Perbaikan Jembatan Maut, Sebut Akses Pendidikan dan Ekonomi Terancam

POLISI NEWS.com | LEBAK. Warga Kampung Leuwipesing dan Bunter, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten segera memperbaiki jembatan gantung yang kondisinya kritis. Kamis (11/6/2026).

Jembatan yang dijuluki “Jembatan Maut” ini memiliki kabel penyangga rusak, lantai rapuh berlubang, serta konstruksi tua yang membahayakan keselamatan pengguna setiap harinya.

Tokoh warga M. Juhri menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan urat nadi akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan bagi dua kampung tersebut. Kerusakan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi nyata membuat anak-anak sekolah dan warga harus mempertaruhkan nyawa saat melintas.

“Apakah harus menunggu korban hanyut ke sungai baru pemerintah bergerak? Nyawa rakyat kecil tidak boleh jadi harga untuk mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Kondisi ini dinilai sebagai potret ketimpangan pembangunan di wilayah selatan Lebak. Di tengah gencarnya slogan infrastruktur pemerintah, warga Sangkanwangi masih berjuang memperoleh hak dasar berupa akses penyeberangan aman. Masyarakat meminta Bupati Lebak, DPRD, hingga Pemprov Banten turun langsung ke lokasi untuk memverifikasi kerusakan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.

“Jangan tunggu tragedi. Jika pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat, buktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” tambah Juhri. Hingga kini, warga masih menunggu kepastian langkah konkret dari pemda guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kelalaian penanganan infrastruktur vital tersebut.

Jurnalis | M. Juhri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *