POLISINEWS.com | PALEMBANG. Apel besar yang mengusung tema, Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae, digelar dengan meriah di Lapangan Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan komunitas pekerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan. Minggu (8/6/2026).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho beserta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, serta didukung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, menghadiri rangkaian kegiatan yang menunjukkan kolaborasi erat antara aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Puncak Kegiatan: Penyematan Rompi Dan Deklarasi Bersama
Kegiatan mencapai puncaknya dengan penyematan rompi keamanan kepada perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dan buruh, diikuti dengan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae.” Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan, dengan mengangkat komunitas pekerja sebagai mitra aktif dalam sistem community policing.
“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” tegas Kapolri dalam amanatnya.
Perhatian Terhadap Ekonomi Dan Keamanan
Kapolri juga menyoroti dampak konflik global, terutama di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi harga energi dan kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan stabilitas sosial.
Untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja transportasi berbasis aplikasi, Polri mendorong pemanfaatan layanan darurat 110 dan tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi pengemudi ojol.
Berbagai Bantuan Dan Layanan Ditawarkan
Polri juga memberikan sejumlah dukungan kepada komunitas buruh dan ojol, antara lain layanan kesehatan di RS Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan pekerja termasuk jaminan kecelakaan kerja.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri memastikan kesiapan Operasi Ketupat dengan menyediakan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di jalur mudik. Beliau juga mendorong perusahaan aplikator ojol untuk menyediakan program mudik gratis bagi pengemudi.
Peserta Dari Berbagai Komunitas
Acara diikuti oleh perwakilan berbagai platform transportasi online seperti Maxim, Grab, Gocar, Shopee, dan Gojek, serta sejumlah organisasi buruh antara lain KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI, dan NIKUEBA-KSBSI. Usai kegiatan, seluruh peserta menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, dan mie instan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat. “Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
Jurnalis | Candra Gunawan





























