POLISINEWS.com | LEBAK. Ketua Umum Forum Wartawan Solid (FWS), Aji, menuntut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak untuk menggelar audiensi terbuka terkait pencapaian dan realisasi penerimaan pajak daerah. Permintaan ini mencakup transparansi data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), retribusi parkir, pajak pemanfaatan air, hingga sektor pertambangan dan usaha komersial seperti hotel serta rumah makan.
“Kami meminta pembukuan realisasi pajak di Bapenda dibuka secara transparan dan langsung. Tidak hanya sektor pertambangan atau perusahaan besar, tetapi juga sektor usaha lainnya seperti hotel dan rumah makan,” terang Aji dalam keterangannya. Menurutnya, transparansi ini krusial agar masyarakat memahami kewajiban perpajakan serta mengetahui secara jelas dana yang masuk ke kas daerah.
Aji menyoroti masih buruknya komunikasi antara media dan Bapenda Lebak. Menurutnya, sikap tertutup ini justru menghambat aliran informasi publik. “Saya bersama tim khusus akan segera mendatangi Bapenda untuk melakukan audiensi secara terbuka guna melihat secara langsung realisasi pajak daerah secara keseluruhan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aji mengaku telah mencoba mengonfirmasi sejumlah hal kepada Sekretaris Bapenda Lebak, namun respons yang diterima tidak sesuai ekspektasi. “Respons pejabat hanya berupa balasan emotikon jempol. Seolah kekuasaan di atas segalanya,” ungkapnya kecewa.
Jika permintaan audiensi dan transparansi data tidak ditanggapi serius, FWS mengancam akan mengambil langkah lebih tegas. “Kami akan bergerak dengan mosi tidak percaya terhadap kinerja Bapenda Lebak. Bahkan, kami siap melaporkan pelayanan dan transparansi instansi ini ke Ombudsman Perwakilan Banten,” pungkas Aji.
Ia menegaskan, media sebagai pilar keempat demokrasi tidak boleh diperlakukan semena-mena, apalagi masyarakat luas yang berhak mengetahui pengelolaan keuangan daerah.




















