Heboh! SPPG Sidawangi Diduga Potong Anggaran Untuk Menu Makanan Kering Untuk Porsi Besar dan Kecil

POLISINEWScom| KAB. CIREBON. Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) bertujuan untuk pelayanan berbentuk dapur pusat, yang di bentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperoleh dan mendistribusikan makanan bergizi gratis, SPPG bertugas memastikan makanan aman, higenis. umum nya bagi siswa sekolah dan ibu hamil.

Pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat penegak hukum, menegaskan akan memberikan sangsi tegas bagi penyedia jasa (dapur/vendor) yang mengurangi kualitas, menu porsi di bawah standar yang sudah di terapkan.

Hal itu menunjukan bahwa dapur MBG makanan dikelola harus aman, dalam menjaga kwalitas menu yang sudah diterapkan sesuai SOP, tanpa harus mengurangi porsi untuk makanan. Hal ini dikatagorikan korupsi.

Kejadian ini terjadi di dapur SPPG Sidawangi, Kabupaten Cirebon. SPPG mengurangi jatah porsi makanan kering yang sudah dikirimkan ke penerima manfaat yang berada di Desa Matangaji.

SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Delta Cirebon. dapur sudah berjalan 2 bulan, yan berada di jalan Pangeran Kejaksaan, Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, dengan Nomer  ID SPPG : 1XJOXEKJ, dan ID Yayasan : VPXIH3.

Pengurangan porsi makanan kering mencuat dari warga Desa Matangaji yang sudah menerima makanan kering sudah terima warga, diduga adanya pemotongan hal ini sudah tidak sesuai uang yang ditetapkan pemerintah. sebesar Rp 15.000/porsi.

Akhirnya warga yang dirugikan mengirim bukti foto menu yang tidak layak lewat WhatsApp wartawan. Dan bukti foto menu tersebut.

Kepala Desa dinilai oleh warga di bermain dengan SPPG untuk memotong dana MBG yang tidak sebanding dengan anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Dan ada dugaan Kuwu ikut bermain dengan pihak MBG tersebut.

Dari bukti foto yang dikirimkan ke wartawan dari menu kering untuk balita berupa susu kecil 4, roti sedang 2 bungkus , telur ayam 2 butir dan buah lengkeng 7 biji, menu tersebut untuk 4 hari.

Poto Menu keringan untuk balita yang tersebar dari orang tua penerima manfaat,saat di hitung bersama itu seharus nya 8000X4=32 Ribu,saat di rinci menu tersebut hanya ada 27 rb.untuk menu 4 hari.

Apa yang sudah diberikan ke warga, mereka bisa menilai, berapa yang seharus diterapkan dan muncul dugaan, korupsi.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Matangaji membenarkan, ia kena fitnah dan sangat terpukul atas ada aduan dari warga, lewat foto menu porsi berikut tulisan yang dikirim warga lewat WhatsApp,

“Saya tidak tahu terkait MBG tersebut tapi warga menuding ke saya menu kurang, padahal pihak dapur MBG pun belum ada konfirmasi atau MoU ke saya sebagai kepala Desa,”tegas Kuwu.

Kami pun bergeser ke sekolahan MTS untuk melihat kwalitas menu besar yang dikirim pihak dapur MBG, Kamis (5/02/2026).

“Di ruangan sudah tersedia menu basah dan ada juga menu keringan, menu kering untuk hari Sabtu, tapi dibagikan hari Jumat besok ke siswa, saat dicek bersama guru, menu kering terlihat jelas 1 dus susu milk kecil ukuran 115 ml. 1 bungkus kecil kacang goreng. 1 bungkus roti sedang. Dan ada penambahan, buah jeruk atau buah pir, nanti menyusul, “ujar guru.

Kami pun mendatangi ke dapur MBG guna konfirmasi dan disambut ketua SPPG, saat menanyakan terkait menu tersebut ia tidak banyak berkomentar, dan hanya menjawab ininanti saya ambil data nya ke dalam, ternyata yang datang lagi dari dalam pihak ketua yayasan yang bernama Fauzan.

Saat dipertanyakan ke Fauzan terkait menu yang dikirim ke sekolah yang berada di Desa Matangaji. Warga penerima menduga pengurangan harga jatah makan.

Saat wartawan mengkonfirmasi ke Aslap dan Babinsa Koramil Fauzan membantah hal tersebut, dan menyampaikan, “Bahwa menu tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan dan nilai anggaran, dan buah yang belum terkirim nanti akan menyusul,”ujarnya.

Jurnalis | Toto Sumanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *