POLISINEWScom | ACEH TIMUR Kisrus yang terjadi di desa Kede Kemuneng kecamatan Idi Tunong kabupaten Aceh Timur menjadi sorotan oleh masyarakat terkait gedung ketahanan pangan yang di diduga terbengkalai.
Sejumlah warga Keude Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong, bersuara terkait kinerja penggunaan anggaran dan kualitas pembangunan era Keuchik Muhamma Idris,
Muhammad Idris memimpin Gampong Keude Keumuneng periode 2019-2025.
Sebelumnya warga telah melayangkan aduan kepada pihak Kecamatan Idi Tunong hingga pihak berwenang di tingkat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa aduan yang disampaikan terkait kinerja dan belanja desa, diantaranya pembangunan Gedung yang menggunakan Anggaran Ketahanan Pangan sejumlah Rp 114.000.000, dan sejumlah belanja “ringan” lainnya.
“Pembangunan gedung itu anggaran tahun 2024, tidak selesai sampai sekarang. Kinerja yang buruk ini sudah dilaporkan oleh warga lainnya disini sejak tahun-tahun lalu, namun kami lihat tidak ada respon dari pihak berwenang manapun”, ucap Warga Keude Keumuneng.
“Kami berharap adanya keterbukaan informasi pihak kecamatan terkait laporan yang kami adukan ke pihak kecamatan.pungkasnya.
Saat di konfirmasi media ini mantan kepala desa Kede Kemuneng Muhammad Idris mengatakan bahwa benar gedung tersebut menggunakan dana tahun 2024 Rp 114.000.000 dan itu belum termasuk pemotongan pajak 17,5% seperti TPK, pembuatan laporan atau Rap sehingga tersisa uang kurang lebih Rp 94.050.000
Gedung tersebut pun dibangun dengan ukuran 8,5 X 8,5, memasuki tahun 2025 pada bulan Februari saya tidak lagi menjabat sebagai kepala desa dan di ganti dengan PJ dari pihak kecamatan.pungkasnya.
Sementara itu awak media ini mengkonfirmasi camat Idi Tunong melalui telepon WhatsApp untuk menanyakan perihal tersebut.
Camat Idi Tunong Baihaqi mengatakan bahwa pihak kami dari Muspika telah melakukan monitoring evaluasi kedesa Keude kemuning.
Lanjutnya camat perihal gedung tersebut pun sudah ada dalam catatan,saat masa kepemimpinan kepala desa Muhammad Idris habis maka di ganti dengan PJ pada tahun 2025 namun saat ingin melanjutkan tahap pembangunan gedung tersebut ada yang lebih urgent dan akan di lanjutkan pada anggaran tahun 2026.
Camat juga mengatakan bahwa gedung tersebut sesuai dibangun dengan anggaran yang tersisa yaitu Rp 94.050.000 dan di butuhkan anggaran selanjutnya kurang lebih Rp 120.000.000 dan belum termasuk pajak.
Namun sayangnya untuk anggaran tahun 2026 anggaran dana desa sudah terpotong untuk pembangunan gedung kopdes.
Saya berharap kepada seluruh masyarakat kecamatan Idi Tunong mari sama-sama kita memajukan desa jika ada permasalahan mari kita duduk untuk bermusyawarah.pungkas camat Idi Tunong Baihaqi.
Jurnalis | khairul
POLISINEWScom | ACEH TIMUR. Kisrus yang terjadi di desa Kede Kemuneng kecamatan Idi Tunong kabupaten Aceh Timur menjadi sorotan oleh masyarakat terkait gedung ketahanan pangan yang di diduga terbengkalai.
Sejumlah warga Keude Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong, bersuara terkait kinerja penggunaan anggaran dan kualitas pembangunan era Keuchik Muhamma Idris,
Muhammad Idris memimpin Gampong Keude Keumuneng periode 2019-2025.
Sebelumnya warga telah melayangkan aduan kepada pihak Kecamatan Idi Tunong hingga pihak berwenang di tingkat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa aduan yang disampaikan terkait kinerja dan belanja desa, diantaranya pembangunan Gedung yang menggunakan Anggaran Ketahanan Pangan sejumlah Rp 114.000.000, dan sejumlah belanja “ringan” lainnya.
“Pembangunan gedung itu anggaran tahun 2024, tidak selesai sampai sekarang. Kinerja yang buruk ini sudah dilaporkan oleh warga lainnya disini sejak tahun-tahun lalu, namun kami lihat tidak ada respon dari pihak berwenang manapun”, ucap Warga Keude Keumuneng.
“Kami berharap adanya keterbukaan informasi pihak kecamatan terkait laporan yang kami adukan ke pihak kecamatan.pungkasnya.
Saat di konfirmasi media ini mantan kepala desa Kede Kemuneng Muhammad Idris mengatakan bahwa benar gedung tersebut menggunakan dana tahun 2024 Rp 114.000.000 dan itu belum termasuk pemotongan pajak 17,5% seperti TPK, pembuatan laporan atau Rap sehingga tersisa uang kurang lebih Rp 94.050.000
“Gedung tersebut pun dibangun dengan ukuran 8,5 X 8,5, memasuki tahun 2025 pada bulan Februari saya tidak lagi menjabat sebagai kepala desa dan di ganti dengan PJ dari pihak kecamatan, “pungkasnya.
Sementara itu awak media ini mengkonfirmasi camat Idi Tunong melalui telepon WhatsApp untuk menanyakan perihal tersebut.
Camat Idi Tunong Baihaqi mengatakan bahwa pihak kami dari Muspika telah melakukan monitoring evaluasi kedesa Keude kemuning.
Lanjutnya camat perihal gedung tersebut pun sudah ada dalam catatan,saat masa kepemimpinan kepala desa Muhammad Idris habis maka di ganti dengan PJ pada tahun 2025 namun saat ingin melanjutkan tahap pembangunan gedung tersebut ada yang lebih urgent dan akan di lanjutkan pada anggaran tahun 2026.
Camat juga mengatakan bahwa gedung tersebut sesuai dibangun dengan anggaran yang tersisa yaitu Rp 94.050.000 dan di butuhkan anggaran selanjutnya kurang lebih Rp 120.000.000 dan belum termasuk pajak.
Namun sayangnya untuk anggaran tahun 2026 anggaran dana desa sudah terpotong untuk pembangunan gedung kopdes.
Saya berharap kepada seluruh masyarakat kecamatan Idi Tunong mari sama-sama kita memajukan desa jika ada permasalahan mari kita duduk untuk bermusyawarah.pungkas camat Idi Tunong Baihaqi.
Jurnalis | Khairul




















