Klarifikasi Pemberitaan Online dan YouTube dengan judul, Proyek Lapangan Voli Siluman di Desa Bonot, Hanya Miskomunikasi 

POLISI NEWS | MUSI BANYUASIN. Klarifikasi terkait pemberitaan dari media online Polisinews.com dan YouTube Polisinews yang sebelumnya berjudul “Proyek Siluman Desa Bonot Diduga Ada Unsur Korupsi karena Diduga Kakangi Aturan Keterbukaan Informasi Publik Dan Pembangunan lapangan voli didesa Bonot ada dugaan di korupsi.” Pada tanggal 26 November 2025.

Yang diterbitkan oleh Media Polisinews.com beberapa hari lalu ternyata ada kesalahpahaman, atas tidak terlihat plang nama.

Menurut keterangan F seorang pengawas kontraktor mengatakan, bahwa kegiatan yang dikerjakan oleh CV Agung Pribadi ternyata tidak terpasang papan plang merupakan  kesalahpahaman. Sebelumnya sudah dipasang, karena cuaca mengakibatkan plang nama tertiup angin saat hujan deras beberapa hari lalu.

Lanjut nya kontraktor F ” Terhambat nya Aktivitas Pekerja dikarenakan Kondisi Cuaca Alam akhir – akhir ini sedang tidak Normal dan tidak stabil dimana sering Turun Hujan deras beserta Angin yang kencang.

Sekarang papan plang yang sebelumnya lepas lantaran kondisi cuaca alam dan seringnya turun hujan yang disertai angin kencang plang nama tersebut roboh. Namun kini papan plang proyek sudah selesai dipasang kembali. Plang nama sangatlah penting sebagai  Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi masyarakat.

“Dimana papan plang proyek informasi yang sudah terpasang. Dan pekerja sudah bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Terkait terhambat material yang datang. Di karenakan masih dalam perjalanan dan membutuhkan waktu dan Bahan material yang dipesan akan  disesuaikan terlebih dahulu sesuai SOP yang ditentukan, “papar F.

Dari pantauan awak media ini kegiatan tersebut sudah berjalan dan Insya Allah sesuai standard SOP yang ditentukan oleh Dinas.

Adapun warga berinisial A saat diwawancarai awak media mengatakan ” Alhamdulillah pak kita sangat berterima kasih  Dengan adanya pembangunan lapangan voli, semoga kedepan dapat lebih maju lagi,”ucapnya.

Jurnalis | Candra Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *