Oleh: M.Syarifudin Al Tumaritis
Tatapan mata nya yang kosong namun tajam menandakan telah banyak liku hidup yang telah di lewati.
Setetes air terlihat di sudut klopak mata, sesekali ia menarik napas panjang yang dalam.
Masa seperti ini terkadang membuat genting dan kalut dalam hati, bahkan terkadang emosi di atas segalanya bahkan nyarisnya iman bisa tergadaikan.
Kisah cerita penderitaan tak akan pernah ada habisnya sejak Tuhan ciptakan alam ini, bermacam kisah pilu beriring air mata telah menjadi suratan.
Syahdan dari kepiluan dan penderitaan membuat banyak insan mencari jalan, agama dan spiritual adalah hal utama yang mereka kejar. Kedua nya adalah satu paket yang tak dapat di pisahkan, sehingga terlahir insan yang perbawanya tenang, solusinya tajam,dan mampu menapaki derita yang menimpa dengan senyum
“Insan adalah insan, tiada insan yang hidup nya lepas dari derita dan tetesan air mata.”
Bahkan para pujangga tak akan mampu menggoreskan pena di atas lontar jika tak ada air mata,cinta dan penderitaan. Lalu akan kemana membawa semua nya jika dalam kekalutan akan diserahkan kemana saat luka menggores jiwa.
Jadikan derita dan kesusahan sebuah keindahan di atas sejadah usang mu, jadikan semua sebuah simpony yang merdu dalam bisikan doa mu pada Tuhan mu. Dan jangan pernah lelah sahabat ku.
Tuhan mendengar alunan simpony doa mu dalam notasi yang merdu, maka biarkan Tuhan mu menjawab, sekalipun kau berada di jurang yang terjal,berduri dan mematikan. Namun jika Tuhan memberikan mu sebutir intan permata maka kau akan menjadi raja yang Tuhan ingin kan.
Jurnalis | Kang Syarif





























