Warga Pasar Terandam Tanyakan Izin Rubiyah Desa Kinali Mandikan Jenazah Tanpa Koordinasi

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS.com | TAPTENG. Sejumlah warga Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, mempertanyakan tindakan seorang rubiyah (petugas pemandian jenazah perempuan) dari Desa Kinali yang disebut-sebut mengambil alih tugas pemandian jenazah di wilayah mereka tanpa izin maupun pemberitahuan terlebih dahulu.

Insiden ini mencuat saat proses pengurusan jenazah seorang perempuan di Desa Pasar Terandam. Kehadiran rubiyah dari desa lain memicu kebingungan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama terkait prosedur, etika, dan koordinasi dalam pelayanan sosial-keagamaan yang selama ini dikelola oleh petugas lokal.

“Yang kami pertanyakan bukan siapa yang memandikan, tapi apakah sudah ada izin atau koordinasi dengan rubiyah setempat? Ini soal adab dan tata kelola,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menekankan bahwa setiap desa di wilayah tersebut telah memiliki petugas rubiyah resmi yang dipercaya masyarakat. Masuknya petugas dari luar desa tanpa komunikasi dianggap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, bahkan konflik horizontal jika tidak segera diklarifikasi.

Menurut informasi yang beredar, rubiyah dari Desa Kinali datang secara spontan dan langsung melaksanakan tugas pemandian jenazah tanpa melibatkan perangkat desa atau petugas lokal yang selama ini bertugas. Hal ini dinilai melanggar norma tidak tertulis dalam pelayanan kematian yang bersifat lokal-religius.

“Tugas rubiyah itu amanah. Bukan sekadar teknis memandikan, tapi juga menjaga harmoni sosial. Kalau mau bantu, harus ada musyawarah dulu,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perangkat Desa Pasar Terandam maupun Desa Kinali terkait insiden tersebut. Warga berharap adanya penjelasan transparan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

Baca Juga:  RSU Daerah Amri Tambunan Menolak Pasien Bayi Prematur yang Sekarat

Masyarakat juga mendesak agar kedepan, semua pihak — termasuk petugas rubiyah lintas desa — menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik sebelum melakukan tindakan di luar wilayah tanggung jawab masing-masing.

“Kami ingin pelayanan tetap berjalan lancar, tapi juga ingin hubungan antarwarga tetap rukun. Jangan karena satu kejadian kecil, jadi retak persaudaraan,” pungkas warga.

Jurnalis: Makkinullah

Editor : Redaksi Polisi News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemerintah Cari Jalan Tengah Penataan Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur
Kabid LLAJ Sorong Ajak Warga Rawat Fasilitas Jalan: Menjaga Aset Bersama, Jamin Keselamatan
Kemarau Hantam Leuwidamar, Sawah Bungin dan Kali Cisimeut Kering
DLH Jatim dan Sumenep Tinjau Desa Berakas Raas, Fokus Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Bupati Tapteng dan Taput Tinjau Jalan Penghubung, Dukung Sinergi dengan Pemprov Sumut
Wabup Tapteng Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut di Medan
Kuwu Desa Cikalahang Dukupuntang Ikut Bagikan Bansos Beras Dan Minyak Goreng ke Warga Penerima Manfaatq
Baharudin Menang Telak PAW Kedongdong Kidul dengan 25 Suara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemerintah Cari Jalan Tengah Penataan Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kabid LLAJ Sorong Ajak Warga Rawat Fasilitas Jalan: Menjaga Aset Bersama, Jamin Keselamatan

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kemarau Hantam Leuwidamar, Sawah Bungin dan Kali Cisimeut Kering

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:31 WIB

DLH Jatim dan Sumenep Tinjau Desa Berakas Raas, Fokus Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:45 WIB

Bupati Tapteng dan Taput Tinjau Jalan Penghubung, Dukung Sinergi dengan Pemprov Sumut

Berita Terbaru