Mufakat Puak Melayu Tanjung Pura Jagokan Tuan Reza Aditya, Insya Allah Beberapa PC Mabmi Mulai Menghubungi 

POLISINEWS.com | LANGKAT. Para Tokoh Melayu Kecamatan Tanjung Pura mulai membahas soal siapa sosok yang tepat menjadi Ketua Majlis Adat Budaya Melayu (Mabmi) Kabupaten Langkat periode 2026-2030.

Bahwasanya kita sama sama tau menjelang pemilihan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Langkat mulai menunjukkan arah yang semakin terang.

Setelah melalui serangkaian musyawarah mufakat yang berlangsung hangat namun penuh pertimbangan nilai adat, para tokoh Melayu di Kecamatan Tanjung Pura akhirnya mengerucutkan dukungan kepada satu figur yang dinilai memiliki kelayakan moral, kapasitas intelektual, serta legitimasi sosial untuk tampil dalam kontestasi tersebut, yakni Camat Tanjung Pura, Tengku Reza Aditya , S.STP, M.AP.

Keputusan tidak tertulis namun sarat makna itu lahir dari forum diskusi para tetua adat, cendekiawan Melayu, tokoh pemuda, unsur masyarakat, hingga pemerhati budaya yang selama ini konsisten menjaga marwah Tanjung Pura sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Kabupaten Langkat.

Dalam musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, para tokoh sepakat bahwa MABMI Langkat ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya memahami simbol-simbol adat, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai kemelayuan ke dalam gerak pembangunan, penguatan identitas budaya, pemberdayaan generasi muda, hingga diplomasi sosial di tengah arus modernisasi.

“Ini bukan soal mencari ketua organisasi semata, tetapi mencari penjaga marwah Melayu Langkat.

Setelah kami berdiskusi panjang, nama Reza muncul sebagai figur yang paling memenuhi harapan itu,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Melayu Tanjung Pura dalam pernyataannya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Khairul Azmi atau di Sapa Amy dkk beliau salah satu Puak Melayu Tanjung Pura, Tanjung Pura yang dikenal sebagai negeri bersejarah dan tanah bertuah Kesultanan Melayu tidak boleh kehilangan peran dalam menentukan arah kepemimpinan budaya di tingkat kabupaten.

Karena itu, dukungan kepada Tengku Reza bukanlah bentuk euforia politik organisasi, melainkan manifestasi dari keinginan kolektif agar MABMI dipimpin oleh sosok muda yang memiliki integritas, pendidikan, kemampuan manajerial, serta kedekatan emosional dengan akar adat istiadat Melayu dan ada beberapa Pc Mabmi Langkat mulai menghubungi Tengku Reza Aditya,”terangnya.

Jurnalis | Muslim Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *