Diduga Lepas Tanggung Jawab Usai Tabrakan Maut di Aceh Timur, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum 

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISINEWS.com| ACEH TIMUR. Buntut kecelakaan maut di Peureulak Barat, keluarga korban ancam tempuh jalur hukum. Oknum pengemudi Avanza yang diduga PNS Aceh Tamiang disebut enggan tanggung biaya pengobatan korban luka berat.

‎Insiden terjadi 21 Maret 2026 di Desa Kampung Busa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat. Korban satu keluarga: ayah, ibu, dan balita 3 tahun dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox dari arah barat. Tiba-tiba Avanza dari arah timur menghantam sepeda motor mereka.

‎Tragis. anak 3 tahun meninggal di tempat. Sang ayah luka-luka. Ibu alami patah tulang, luka berat. Pemulihan diprediksi butuh 1,5 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Pendamping hukum (PH) keluarga korban, Romi Syahrizal, S.H., ungkap kejanggalan. Sejak kejadian, pengemudi Avanza tak pernah jenguk korban.

‎“Yang datang hanya istrinya. Ironis, pengemudinya diduga PNS aktif di instansi pemerintah Aceh Tamiang,”ujar Romi.

‎Mediasi digelar di Kejari Idi, difasilitasi JPU Iqbal Zakwan. Keluarga korban minta penyelesaian baik-baik: ganti rugi biaya pengobatan istri korban yang patah tulang. Senin (4/5/2026) pukul 14:40 WIB.

‎Saat mediasi berlangsung, pengemudi Avanza disebut enggan tanggung jawab penuh.

‎“Kalau biaya pengobatan terlalu mahal maka saya tidak sanggup,” ucap pengemudi seperti ditirukan Romi.

‎JPU Iqbal Zakwan minta kedua pihak tahan emosi.

‎“Ini musibah. Tidak ada yang mau celaka. Saran saya, pengemudi duduk rembuk dengan keluarga, lalu sampaikan hasilnya ke kami atau ke keluarga korban agar selesai,” tegas Iqbal saat mediasi.

‎Romi beri ultimatum. Jika beberapa hari ke depan tak ada niat tanggung jawab, pihaknya akan desak Kejari Idi Rayeuk tahan oknum pengemudi.

‎“Korban sudah jatuh, anak meninggal, istri luka berat. Jangan lepas tanggung jawab,” pungkas Romi.

Baca Juga:  Anggaran Seragam Sekolah Rp11 Miliar di Muba Diduga Tak Transparan, Dinas Dikbud Dinilai 'Tutup Telinga

‎Kasus ini jadi sorotan. Oknum ASN seharusnya beri teladan, bukan menghindar saat sebabkan kecelakaan maut.

Jurnalis | Khairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.polisinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Dana Perpisahan Kelas IV SDN 1 Karangasem Jadi Sorotan, Sekolah Bantah Instruksi
Petugas SPBU Idi Rayeuk Bantah Dugaan Pungli Rp20 Ribu, Sebut Fitnah
Warga Desa Mayak Lebak Keluhkan Jalan Rusak Parah, Aktivitas Terhambat
Diduga Proyek Siluman Pokmas PDIP di Raas, Drainase Retak Baru Sepekan Dikerjakan
Ketua DPD Feradi WPI Jakarta Raya Dampingi Saksi Kasus Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di Bareskrim Polri
Kejari Sorong Tegaskan: Ketidaktahuan Aturan Tak Bebaskan Tanggung Jawab Hukum Pengelola Dana Hibah
JI : Kritik Saya Ditujukan pada Substansi Pemberitaan, Bukan Menyerang Pribadi Wartawan
Jalan Berlumpur Setinggi Lutut di Raas, Guru SDN Karang Nangka Keluhkan Akses Rusak Puluhan Tahun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:08 WIB

Dugaan Pungutan Dana Perpisahan Kelas IV SDN 1 Karangasem Jadi Sorotan, Sekolah Bantah Instruksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:24 WIB

Petugas SPBU Idi Rayeuk Bantah Dugaan Pungli Rp20 Ribu, Sebut Fitnah

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:05 WIB

Warga Desa Mayak Lebak Keluhkan Jalan Rusak Parah, Aktivitas Terhambat

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:50 WIB

Diduga Proyek Siluman Pokmas PDIP di Raas, Drainase Retak Baru Sepekan Dikerjakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:33 WIB

Ketua DPD Feradi WPI Jakarta Raya Dampingi Saksi Kasus Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di Bareskrim Polri

Berita Terbaru