Wartawan Klarifikasi SPMB Sorong Jadi Sasaran Narasi Keliru, Oknum Dinas Diduga Alergi Media

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS.com | SORONG. Dua wartawan dari Cendrawasih7.com, TribunX.id, dan POLISINEWS.com menjadi sasaran penyebaran foto beserta narasi keliru setelah mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong untuk mengklarifikasi dugaan penundaan jadwal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya sikap “alergi terhadap media” di kalangan birokrasi, mengingat respons yang muncul justru memojokkan pers alih-alih menjawab substansi keluhan orang tua murid terkait ketidakpastian jadwal pendaftaran.

Kronologi bermula saat wartawan Agung dan James meminta penjelasan resmi kepada Kepala Dinas mengenai informasi mundur penyerahan berkas SPMB di salah satu SMP. Pertemuan awal berjalan baik hingga sejumlah oknum diam-diam mengambil foto para jurnalis.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto tersebut kemudian disebarluaskan dengan narasi bohong bahwa wartawan mengaku sebagai jurnalis Tribun Sorong, padahal identitas media mereka disampaikan secara tegas dan transparan sejak awal. Pemilik media membantah keras tuduhan tersebut dan menilai narasi itu sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan kredibilitas pers.

Upaya mediasi yang digelar pada 20 Mei 2026 atas undangan Kepala Dinas tidak menghasilkan itikad baik penyelesaian. Oknum penyebar narasi keliru dinilai tidak merasa perlu meluruskan kesalahpahaman atau meminta maaf.

Akibatnya, pihak wartawan memutuskan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke kepolisian pada hari yang sama.

Meski proses mediasi dijadwalkan kembali pada 26 Juli 2026, wartawan menegaskan tetap akan melanjutkan proses hukum demi menegakkan kebebasan pers dan mencegah pencemaran nama baik.

Polemik ini kini mengalihkan perhatian publik dari isu utama SPMB yang seharusnya menjadi prioritas. Warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dapat menyelesaikan masalah secara adil dan profesional, serta mengembalikan fokus pada kepastian jadwal pendaftaran siswa baru demi ketenangan orang tua dan masa depan pendidikan di daerah ini.

Baca Juga:  Eratkan Silaturahmi, Warga Nayagati Gelar Peringatan Maulid Nabi Bersama KH Budi Bustomi

• Arpp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pembersihan Longsor Jalan Desa Sait Kalangan II Resmi Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Penandatanganan KUA-PPAS 2027, Bupati Tapteng: APBD Harus Fokus Pemulihan Pascabencana
12 KK di Desa Sait Kalangan II Terima BLT Rp 300 Ribu per Bulan
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Gelar Pisah Sambut Kapolres
Usung Program Rumah Ibadah Mandiri, Calon Kades Bojongsari Mulyana Siapkan Lahan Sawah
Pawai Kampanye Calon Nomor Urut 1 Rofi Alawi Berjalan Lancar, Ribuan Warga Bojongsari Antusias
Kades Muhaemin Apresiasi Gercep Tim Bina Marga PUPR Lebak Survei Jembatan Kampung Karag
Revitalisasi KB Al-Munawaroh Disorot, Penggunaan Semen dan Galian Pondasi Dipertanyakan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Pembersihan Longsor Jalan Desa Sait Kalangan II Resmi Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 22 September 2026 - 20:07 WIB

Penandatanganan KUA-PPAS 2027, Bupati Tapteng: APBD Harus Fokus Pemulihan Pascabencana

Jumat, 18 September 2026 - 08:11 WIB

12 KK di Desa Sait Kalangan II Terima BLT Rp 300 Ribu per Bulan

Rabu, 16 September 2026 - 10:29 WIB

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Gelar Pisah Sambut Kapolres

Selasa, 15 September 2026 - 15:35 WIB

Usung Program Rumah Ibadah Mandiri, Calon Kades Bojongsari Mulyana Siapkan Lahan Sawah

Berita Terbaru