POLISI NEWS.com | SORONG. Dua wartawan dari Cendrawasih7.com, TribunX.id, dan POLISINEWS.com menjadi sasaran penyebaran foto beserta narasi keliru setelah mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong untuk mengklarifikasi dugaan penundaan jadwal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya sikap “alergi terhadap media” di kalangan birokrasi, mengingat respons yang muncul justru memojokkan pers alih-alih menjawab substansi keluhan orang tua murid terkait ketidakpastian jadwal pendaftaran.
Kronologi bermula saat wartawan Agung dan James meminta penjelasan resmi kepada Kepala Dinas mengenai informasi mundur penyerahan berkas SPMB di salah satu SMP. Pertemuan awal berjalan baik hingga sejumlah oknum diam-diam mengambil foto para jurnalis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Foto tersebut kemudian disebarluaskan dengan narasi bohong bahwa wartawan mengaku sebagai jurnalis Tribun Sorong, padahal identitas media mereka disampaikan secara tegas dan transparan sejak awal. Pemilik media membantah keras tuduhan tersebut dan menilai narasi itu sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan kredibilitas pers.
Upaya mediasi yang digelar pada 20 Mei 2026 atas undangan Kepala Dinas tidak menghasilkan itikad baik penyelesaian. Oknum penyebar narasi keliru dinilai tidak merasa perlu meluruskan kesalahpahaman atau meminta maaf.
Akibatnya, pihak wartawan memutuskan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke kepolisian pada hari yang sama.
Meski proses mediasi dijadwalkan kembali pada 26 Juli 2026, wartawan menegaskan tetap akan melanjutkan proses hukum demi menegakkan kebebasan pers dan mencegah pencemaran nama baik.
Polemik ini kini mengalihkan perhatian publik dari isu utama SPMB yang seharusnya menjadi prioritas. Warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dapat menyelesaikan masalah secara adil dan profesional, serta mengembalikan fokus pada kepastian jadwal pendaftaran siswa baru demi ketenangan orang tua dan masa depan pendidikan di daerah ini.
• Arpp














