POLISI NEWS | LANGKAT Sesuai Program Presiden Prabowo dan Keinginan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Bupati Langkat H.Syahafandin SH hasil Budidaya ikan kerapu Kabupaten Langkat, terus mengoptimalkan dalam budidaya laut. Pasalnya, banyak potensi budidaya laut yang belum dimanfaatkan di Kabupaten Langkat Sumatra Utara.
M.Yusuf Tokeh salah satu Pengusaha Perikanan dan Kelautan asal Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat, di bidang budidaya Perikanan dan Kelautan jenis Ikan Kerapu Cangtang yang di kembangkan di Pangkalan Brandan lewat Keramba Apung miliknya yang tak jauh dari Pulau Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
“Budidaya laut sebagai prioritas kebijakan pembangunan perikanan budidaya nasional ke depan, mengingat besarnya potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal sampai dengan saat ini”, ujar M.Yusuf Tokeh. Minggu (11/1/2026)
Hasil yang di budidaya puluhan Ton/ tahun ikan Kerapu jenis esport
Terbukti, hasilnya cukup bagus yaitu dengan mendatangkan bibit kerapu dari luar langkat, kemudian di besarkan melalui Keramba apung miliknya, budidaya bisa diintegrasikan budidaya kerapu Cantang dan tempat wisata dan juga alam mangrovenya terjaga.
“ Melihat keindahan Sungai Babalan potensinya sangat luar biasa dan sudah dikelola dengan baik budidayanya seperti untuk ikan kerapunya. Hasilnya juga sangat bagus. Seperti dari pembudidaya ikan kerapu Cantang, bisa menghasilkan sekitar puluhan Ton /pertahun untuk konsumsi lokal, maupun esport kerapu cantang dengan waktu pemeliharaan 6 bulan dengan berat rata rata 6 ons per ekornya. Untuk itu, guna peningkatan produksinya ke depan, Pengusaha Asal Pangkalan Brandan tersebut akan meningkatkan keramba jaring apung,” kata Sangkot Nst.
Bupati Langkat H.Syahafandin SH Pernah mampir ke keramba miliknya waktu itu masih Calon Bupati Langkat, mungkin ia sudah lupa pada keramba yang ia pernah datangi, kini sudah menjadi Sumber Protein Pangan Kabupaten Langkat, ” ujar Sangkot Nst.
Adapun, bicara keramba jaring apung, tambah Sangkot Nst, KKP telah mengembangkan budidaya laut dengan menggunakan keramba jaring apung dengan komoditas yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi di setiap wilayah.
Contoh budidaya laut yang dapat dikembangkan antara lain ikan kerapu dan abalon. Komoditas budidaya ikan laut tersebut merupakan komoditas ekspor dan banyak diminati oleh pasar luar negeri yang masih sangat terbuka lebar.
“Disini kami melihat potensi perikanan budidaya lautnya sangat luar biasa. Untuk itu, ke depan M.Yusuf Tokeh akan optimalkan agar dapat memberikan banyak manfaat. Karena, ikan laut secara ekonomi sangat tinggi nilainya, dan pangsa pasarnya pun luas. Oleh karenanya, budidaya ikan laut jadi prioritas ke depan,” jelas Sangkot Nst.
Sangkot Nst, pun menjelaskan, budidaya laut pun memiliki peran yang sangat strategis di tengah masyarakat diantaranya yaitu sebagai penyedia lapangan pekerjaan, peningkat kesejahteraan, penjaga ketahanan pangan serta peluang pasar cukup besar baik di pasar lokal maupun sebagai elemen peningkatan nilai ekspor .
“Sangkot Nst, berharap usaha budidaya laut yang dilakukan dapat berkelanjutan bukan hanya dari aspek lingkungan, namun juga dapat berkelanjutan dan mandiri pada usahanya. Untuk memastikan keberlanjutan tersebut, beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha budidaya seperti daya dukung lingkungan, pembangunan model kawasan, optimalisasi sarana dan prasarana, serta keterlibatan seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar harus terus ditingkatkan guna kesejahteraan sosial dan ekonomi,” papar Sangkot Nst.
Untuk itu, menurut Sangkot Nst, keberadaan Pengusaha Ikan Kerapu Di Pangkalan Brandan selain menjadi penyokong produksi perikanan budidaya, Kabupaten Langkat juga diharapkan menjadi inkubator bisnis sekaligus menjadi penggerak ekonomi di wilayah Kabupaten Langkat.
Selain itu M.Yusuf Tokeh juga harus menjadi contoh pusat layanan dan penyebaran teknologi di daerah serta dapat selalu hadir di saat masyarakat memerlukan solusi sebagai bukti kehadiran Pengusaha yang dermawan di tengah masyarakat.
Jurnalis | Muslim Yusuf






























