Empat Desa Terisolir Di Kecamatan Tukka, Longsor Akibat Tinggi Curah Hujan

POLISINEWS.com | TAPTENG. Masyarakat dan Kepala Desa bersama memohon, akses jalan agar secepatnya dipulihkan, empat desa di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dilanda bencana longsor akibat tingginya curah hujan, yang menyebabkan semua fasilitas akses jalan terputus dan beberapa jembatan hancur total.

Sampai saat ini, perbaikan jalan dan jembatan yang rusak masih tahap pembangunan, yang dikerjakan oleh Satuan TNI AD, sementara sebagian masyarakat yang mengungsi belum kembali ke desa akibat kondisi akses yang belum memungkinkan.

Kepala desa masing-masing yang dipercaya masyarakat untuk menangani perencanaan perbaikan jalan adalah :

1. Desa Tapian Nauli Saur Manggita – Melkion Sitompul

2. Desa Sait Kalangan II – Nicson Panggabean

3. Desa Sigiring Giring – Harapan Sitompul.

4. Desa Aek Bontar – Swardi Meha

Kepala desa beserta aparatur desa masing-masing ikut serta mengontrol kondisi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian, serta mendata kebutuhan bantuan logistik seperti beras, minyak makan, mie instan, ikan kaleng, dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, mereka juga telah melaksanakan pendataan warga untuk menjadi penerima Jaminan Hidup (Jadup), dengan progres yang telah mencapai lebih dari 80% dan sedang dalam proses validasi oleh dinas sosial kabupaten. Program Jadup memberikan bantuan sebesar Rp. 15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan, yang akan disalurkan melalui PT. Pos Indonesia.

Masyarakat juga ikut serta memohon bersama kepala desa dan aparatur desa masing-masing kepada Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution, serta Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu beserta Wakil Bupati Mahmut Efendi Lubis, berharap akses jalan ke masing-masing desa segera pulih kembali seperti dulu dan agar secepatnya dipulihkan.

“Karena di desa ini kami bisa mencari kebutuhan kami,” tutur semua warga.

Ketersediaan akses jalan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan anak-anak mulai dari jenjang SMP, SMA sederajat hingga kuliah di daerah yang berbeda, serta memungkinkan masyarakat untuk kembali ke desa mereka.

Masyarakat dan kepala desa sangat berterima kasih kepada pemerintah atas mulainya pembangunan tersebut, yang menjadi harapan besar bagi seluruh warga untuk segera keluar dari kondisi isolasi dan dapat kembali tinggal di desa masing-masing.

Jurnalis. | Oloan Sitompul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *