Tolak Stigma Londo Ireng, Jurnalis Sampang Aksi di DPRD : Kritik Adalah Hak, Bukan Pengkhianatan

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS| SAMPANG. Ratusan jurnalis dari berbagai media dan organisasi profesi menggelar aksi unjuk rasa damai di Gedung DPRD Kabupaten Sampang, Jumat (31/7/2026).

Aksi ini merupakan respons tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyematkan istilah Londo Ireng kepada wartawan, sebuah stigma yang dinilai mencederai marwah profesi dan membahayakan demokrasi.

Massa melakukan long march dari GOR Indor Sampang sambil membawa spanduk bertuliskan “Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Kritik Adalah Hak Bukan Londo Ireng, serta Pers Bersama Rakyat.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi menegaskan bahwa sebutan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mematikan fungsi kontrol sosial pers. “Jurnalis bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pihak asing. Stigma itu berbahaya bagi kebebasan berpendapat,” tegas orator di hadapan ratusan peserta.

Aksi ini diikuti oleh perwakilan PWI, POS, ITJI, SMSI, IWO, dan belasan organisasi profesi lainnya. Para jurnalis menekankan bahwa kemerdekaan pers dijamin oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Mereka mendesak Presiden dan seluruh pejabat publik untuk menghormati independensi media serta menghentikan narasi yang melemahkan kepercayaan publik terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Pengamanan aksi dilakukan secara ketat namun humanis oleh jajaran Polresta Sampang dan TNI. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat, menegaskan bahwa pers bukan musuh, melainkan mitra kritis dalam pembangunan bangsa.

• Wahid Ismail

Baca Juga:  Sosialisasi Gemas SAPA di Pasar Mariat: Hasil Uji Makanan Bebas Zat Berbahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dirgahayu RI Ke 81: Ketum & Sekjen FRIC Ajak Bersatu Jaga dan Bangun Negeri
Warga Raas Sambut Peresmian Ribuan Jembatan & Air Bersih oleh Presiden Prabowo
Hafidz Cilik Tunanetra Asal Banyuwangi, Yasmin (9) Hafal 6 Juz Al-Qur’an Meski Buta Sejak Balita
11 Alat Berat Lintas Sektor Dikerahkan Percepat Normalisasi Sungai Sipange Tapteng
Menenun Mimpi dari Batas Keterbatasan: Perjalanan Inspiratif Scholarindo Menebar Ilmu Tanpa Sekat
Dun Belanda Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur, Akui Sebar Fitnah Secara Terpaksa
Wabup Aceh Timur Beri Ultimatum 2×24 Jam kepada Dun Belanda untuk Klarifikasi Tuduhan Fitnah
🔹 Meluruskan Narasi: Ibu Tunggal Berjuang Nafkahi Anak, Bisnis Pribadi Bukan Urusan PPWI
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Dirgahayu RI Ke 81: Ketum & Sekjen FRIC Ajak Bersatu Jaga dan Bangun Negeri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Warga Raas Sambut Peresmian Ribuan Jembatan & Air Bersih oleh Presiden Prabowo

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Hafidz Cilik Tunanetra Asal Banyuwangi, Yasmin (9) Hafal 6 Juz Al-Qur’an Meski Buta Sejak Balita

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:42 WIB

11 Alat Berat Lintas Sektor Dikerahkan Percepat Normalisasi Sungai Sipange Tapteng

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:57 WIB

Tolak Stigma Londo Ireng, Jurnalis Sampang Aksi di DPRD : Kritik Adalah Hak, Bukan Pengkhianatan

Berita Terbaru