POLISI NEWS | LEBAK. Puskesmas Lewidamar menolak paseian yang sedang sekarat akibat jatuh terguling dari kendaraan. Pasien atas nama Kmis warga Kampung Gajeboh tidak diterima di puskesmas sekitar jam 22.00 WIB, Rabu 3/4/2023.
Menurut warga Baduy Iman meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera menegur Puskesmas Leuwidamar menolak pasien Kmies korban kecelakaan. “Seharusnya masyarakat dilayani bukan ditolak dengan alasan yang tidak jelas. Padahal kami siap membayar berapapun asalkan kooran Kmis bisa dirawat. Jawaban pihak Puskesmas besok bisa dirawat, dan pasien saat dibawa dalam keadaan koma tidak sadarkan diiri, “ujarnya.
Karena tidak diterima oleh Puskesmas pasien tersebut dibawa pulang ke rumah di Ciboleger. Pihak keluarga Kiman merasa kecewa dengan dengan okhum Puskesmas yang menolak pasien sekarat. Kami atas nama keluarga menghimbau Pemerintah khusus Dinas kesehatan agar segera menindak tegas para pegawai oknum Puskesmas Lewidamar agar dibenah kinerja. Agar dapat melayani masyarakat yang sebijak-bijaknya dan sesuai prosedur ketentuan yang berlaku, “tegasnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dan kami selaku keluarga korban mengharapkan agar kedepannya pihak Puskesmas Lewidamar ini bekerja secara profesional tidak memilah pasien untuk berobat atau dirawat, dan jangan terkesan pilih kasih, “terang Kiman.
“Pada saat pasien mau masuk ruang rawat, pihak Puskesmas meminta uang administrasi Rp 350.000, yang awal diminta Rp 400.000, namun karena tawar-menawar antara kami dengan pihak Puskesmas tidak ada kesepakatan harga maka pihak pegawai Puskesmas dengan nada tinggi menolak pasien untuk dirawat di sini, “tutur Kiman
Ketika media Polisnews menemui Kiman keluarga korban mengatakan, “Kami membawa Kmis korban kecelakaan ke Puskesmas ditolak. Pihak pegawai Puskesmas mengatakan, tunggu sampai besok, karena dokter dan perawat tidak ada temapat. Saat ini tidak ada orang di Puskesmas hanya saya sendiri (pegawai Puskesmas Leuwidamar), “ungkpanya.
Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp Tata Usaha Puskesmas PKM Lewidamar (EH) tidak memberikan jawaban sekata pun kepada awak media sampai berita ini ditayangkan belum konfirmasi dari Pihak Puskesmas untuk memberi keterangan.
Jurnalis | Dani Saeputra















