POLISI NEWS | ACEH TIMUR. IDI Yayasan Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Daerah III Idi Aceh Timur mendesak Badan Reintegrasi Aceh (BRA) segera mencairkan bantuan kepada masyarakat Korban Konflik Aceh tahun 2022, sebab sudah di akhir tahun belum ada kepastian kapan dicairkan.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Jaringan Anak Syuhada Aceh Daerah III IDI Khalidun, sampai saat ini bantuan tersebut belum disalurkan.
Rabu 1 Desember 2022
kami meminta kepada BRA untuk segera merealisasikan program Hibah Bansos itu sesuai dengan yang telah dianggarkan dalam APBA sebanyak 13 miliar tahun 2022, karena ini sudah memasuki akhir tahun 2022,” Ungkap Khalidun kepada awak media ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan program Hibah Bansos yang disalurkan melalui BRA untuk Korban Konflik Aceh itu sebenarnya sudah dikhususkan dari awal terciptanya damai Aceh. Namun hingga kini, bantuan itu belum berdampak positif terhadap korban pasca konflik di Aceh, bahkan persoalan tepat sasaran masih diabaikan oleh pemerintah.
Kami sangat berharap kepada BRA agar bisa mempertanyakan kepada Pemerintah Aceh kapan akan disalurkan Dana Hibah Bansos tersebut melalui BRA untuk janda dan anak yatim korban konflik Sambungnya.
Khalidun menambahkan, Dana Hibah Bansos yang dijanjikan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperbaiki perekonomian warga yang terdampak Konflik, Tsunami, dan peralihan pandemi Covid-19 apa lagi bencana alam banjir sedang berlangsung saat ini.
Kemudian dia juga mengisahkan bagaimana kehidupan pada masa konflik, dimana masyarakat untuk keluar saja secara sembunyi sembunyi dan ketakutan.
Dulu disaat masyarakat keluar rumah dan pulangnya kemalaman, pasti kita sudah tidak tenang lagi di jalan, karena takut ada sweeping atau pemeriksaan atau jangan-jangan terjebak saat terjadi kontak senjata. Tapi sekarang tidak ada lagi difikiran rasa kekuatiran itu. Kita jauh lebih tenang,” ungkapnya.
Meskipun demikian, sampai saat ini kami tidak dapat menghilangkan perasaan sedih karna kehilangan orangtua yang meninggal begitu saja akibat peluru dalam sebuah kontak senjata pada masa konflik.
Selain perasaan sedih tak laput dimakan waktu, ada perasaan mengganjal lainnya pada diri Anak Korban Konflik dan juga ratusan Korban Konflik lain yang ada di Aceh. Sebab, menurut anak Syuhada pemerintah melalui Badan Re-Integrasi Aceh (BRA) sudah menjanjikan bantuan dana hibah sosial atau Bansos, Program bantuan BRA untuk janda korban konflik dan anak korban Konflik di Aceh terkesan tak kunjung terealisasi seluruhnya.
“Diharapkan pihak terkait segera membuka mata terhadap korban konflik di Aceh beberapa tahun silam yang menyebabkan ratusan nyawa hilang dan trauma terlebih menjadi janda beserta yatim piatu.”tutupnya.
Jurnalis | Tim Polisi News















