POLISI NEWS | LEBAK. Warga Kampung Kamacing dan Babakan Hilir, Desa Margawangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Bau tidak sedap tersebut dilaporkan tercium hingga ke dalam rumah dan area dapur warga.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat saat memasak, berkumpul bersama keluarga, maupun beraktivitas di lingkungan tempat tinggal. Sejumlah warga menduga bau tersebut berasal dari aktivitas budidaya ikan lele di sekitar permukiman. Meski begitu, kepastian sumber bau masih menunggu pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.
Selain masalah bau, warga juga sempat mengeluhkan dugaan keberadaan bangkai ayam di sekitar jalan umum. Masyarakat berharap pihak terkait memberikan perhatian serius agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Minta Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat mendesak Pemerintah Desa Margawangi, pihak Kecamatan Leuwidamar, serta instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Pengecekan diharapkan mencakup sumber bau, pengelolaan limbah, hingga kondisi kolam budidaya.
“Jika bau ini berasal dari kegiatan usaha, kami berharap pemerintah segera mencari solusi agar warga tidak terus terganggu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menegaskan tidak berniat menghambat pelaku usaha, namun menuntut agar operasional usaha tetap memperhatikan kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Tanggapan Camat Leuwidamar
Menanggapi aduan masyarakat yang disampaikan melalui Juhri (tim media), Camat Leuwidamar memberikan respons singkat via telepon.
“Terima kasih atas informasinya, Pak Juhri,” ujar Camat Leuwidamar.
Meski tanggapan awal telah diberikan, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pemeriksaan lapangan maupun langkah konkret yang akan diambil. Pihak pengelola budidaya ikan lele juga belum memberikan klarifikasi terkait sistem pengelolaan limbah dan operasional usaha mereka.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memastikan penyebab bau serta mengembalikan kenyamanan lingkungan permukiman mereka.
• M Juhri
















