JAKARTA. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Deden Hardening, A.Md., mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi ajakan aksi unjuk rasa. Imbauan ini disampaikan guna mencegah potensi bahaya keselamatan serta gangguan pada proses pendidikan generasi muda.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian FRIC agar para siswa tetap fokus menuntut ilmu demi masa depan, tanpa terpengaruh gerakan yang belum jelas tujuan dan risikonya.
Menurut H. Deden, tanggung jawab utama pelajar adalah belajar dan mempersiapkan diri sebagai penerus bangsa. Oleh sebab itu, lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang terus dijaga.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Adik-adik pelajar, jangan mudah terbawa ajakan ikut unjuk rasa, apalagi kalau berisiko membahayakan diri. Jangan tinggalkan sekolah dan jangan mudah terprovokasi. Di rumah ada orang tua yang menunggu, dan di depan kalian ada masa depan yang harus dijaga,” tegas H. Deden pada Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa menyampaikan pendapat memang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, pelaksanaannya tetap wajib mempertimbangkan ketentuan hukum, ketertiban umum, dan keselamatan jiwa.
Khusus untuk kalangan pelajar, sikap kritis idealnya dibangun melalui jalur pendidikan, diskusi yang sehat, pencapaian prestasi, serta kegiatan positif yang memperkuat wawasan kebangsaan.
“Jadilah pelajar yang cerdas. Jangan sampai masa depan kalian dipertaruhkan hanya karena mengikuti ajakan yang belum tentu dipahami,” ujarnya.
Selain memberikan arahan kepada siswa, H. Deden juga meminta orang tua dan tenaga pendidik untuk memperketat pendampingan, terutama dalam menyikapi maraknya provokasi di media sosial. Derasnya arus informasi menuntut pelajar untuk lebih kritis memilah berita dan tidak mengambil keputusan secara emosional.
“Sebelum ikut, pahami dulu tujuannya. Siapa yang mengajak, untuk apa, dan apa risikonya. Jangan hanya karena ikut-ikutan lalu menyesal di kemudian hari,” pungkasnya.
Melalui imbauan ini, FRIC mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga keselamatan dan kesinambungan pendidikan generasi muda Indonesia.
• Pazil















