POLISINEWS.com | MANGGARAI. Upaya pemulihan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berlanjut. Fokus pelayanan kemanusiaan kini tidak hanya pada bantuan logistik, tetapi juga pada pemulihan kesehatan mental masyarakat terdampak. Pada Rabu (26/8/2026) pagi,
Personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT menyelenggarakan kegiatan trauma healing melalui senam pagi bersama pengungsi di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok.
Gempa Beruntun Guncang Manggarai
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana diketahui, wilayah Manggarai, NTT, dilanda rangkaian aktivitas tektonik dalam sepekan terakhir. Diawali dengan gempa cukup kuat berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Kamis (20/8/2026) dan Magnitudo 5,7 pada sore harinya di Barat Laut Manggarai Timur, getaran masih terus dirasakan warga. Bahkan, pada Selasa (25/8/2026) malam pukul 19.49 WITA, gempa kembali mengguncang dengan kekuatan Magnitudo 5,0.
Rangkaian gempa ini, meski dilaporkan belum menimbulkan kerusakan masif, menyebabkan ratusan warga di pesisir utara Manggarai, khususnya di Kecamatan Reok, memilih mengungsi ke tempat aman karena trauma dan kekhawatiran akan gempa susulan maupun potensi tsunami.
Senam Pagi untuk Bangkitkan Semangat
Menyikapi kondisi psikologis pengungsi di Posko Barangkolong, Satgas SAR Korps Brimob Polri menghadirkan pendekatan humanis melalui senam trauma healing. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA.
Sebanyak 10 personel Satgas SAR Korps Brimob Polri terlibat langsung, dipimpin oleh Danki Satgas, AKP Roy Ronaldo Dansu, S.Tr.K., S.I.K. Mereka memandu gerakan senam ringan yang diikuti dengan antusias oleh puluhan warga, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia. Gelak tawa dan semangat kebersamaan terlihat memecah ketegangan suasana di lokasi pengungsian.
AKP Ronaldo Dansu menegaskan, senam pagi bersama ini merupakan strategi pendampingan trauma healing yang efektif. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, kegiatan ini bertujuan utama untuk mengurangi beban psikologis dan membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit.
“Melalui kegiatan sederhana seperti senam pagi bersama, kami ingin mengajak warga untuk tetap menjaga kesehatan, membangun semangat, dan saling menguatkan. Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan fisik semata, melainkan juga bagaimana masyarakat dapat kembali memiliki mental yang kuat untuk bangkit,” ujar AKP Ronaldo Dansu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2026).
Komitmen Pelayanan Kemanusiaan Berkelanjutan Polri
Kehadiran personel Brimob Polri di lokasi pengungsian diharapkan dapat memberikan dukungan moral yang signifikan dan menciptakan suasana yang lebih positif bagi warga terdampak gempa. Sebelumnya, Satgas SAR Brimob juga telah melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan psikologis, termasuk trauma healing edukatif bagi anak-anak di posko tersebut.
AKP Ronaldo menambahkan, Polri berkomitmen akan terus mendampingi warga selama masa pemulihan. Pendekatan trauma healing akan terus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat di lokasi pengungsian.
“Harapannya, kegiatan ini bisa membantu warga tetap sehat dan bugar, sekaligus mengurangi beban psikologis yang mungkin masih dirasakan akibat rangkaian bencana. Kami akan terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan hingga kondisi benar-benar stabil,” pungkasnya.
• Widodo Wahyu















