POLISINEWS.com | JAKARTA. Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pendekatan humanis saat mengamankan aksi penyampaian aspirasi oleh sekitar 300 massa Komando Rakyat Jaga Persatuan (KRJP) di depan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Di tengah pengawalan, personel kepolisian membagikan makanan ringan dan air mineral kepada para peserta demo.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa tidak hanya berfokus pada penjagaan ketertiban, melainkan juga menjaga ruang interaksi yang hangat dengan masyarakat.
“Kami ingin ruang penyampaian aspirasi tetap terjaga tanpa kehilangan sisi kemanusiaan. Ketertiban dibangun bukan hanya melalui pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi dan sikap saling menghormati,” ujar Kombes Reynold.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Poin Utama Pengamanan Aksi KRJP di DPR RI
- Jumlah Personel: Sebanyak 633 personel dikerahkan untuk menjaga situasi kawasan Senayan tetap kondusif.
- Pendekatan Lapangan: Pembagian konsumsi (air mineral & snack) sebagai langkah komunikatif meredam potensi ketegangan.
- Fokus Pelayanan: Memastikan penyampaian pendapat berjalan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.
Polda Metro Jaya: Demokrasi Harus Dijaga dengan Komunikasi
Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa polisi bertindak sebagai pelindung dan pengayom seluruh elemen masyarakat dalam menyampaikan hak berpendapat.
“Polisi hadir bukan untuk berhadapan dengan masyarakat, tetapi untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Ketika komunikasi terjaga, kita dapat menjaga keamanan tanpa menciptakan jarak,” terang Kombes Budi.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam negara demokrasi. Pengamanan yang humanis bertujuan memastikan masyarakat dapat bersuara, ketertiban tetap terjaga, dan aktivitas publik secara luas tidak terganggu.
• Wahyu Widodo















