POLISINEWS.com |™SORONG. Suhu udara yang melonjak akibat musim panas ekstrem di Kota Sorong dan sekitarnya memicu deretan kebakaran di permukiman hingga lahan kering. Namun, bahaya yang jauh lebih besar kini mengintai: gundulnya hutan akibat pembalakan liar yang mengancam memicu bencana alam berlipat.
Praktisi Hukum dan Jurnalis Senior, Agung RPP, menilai fenomena kebakaran saat ini bukan sekadar dampak perubahan iklim semata. Pembalakan kayu tak terkendali telah merusak fungsi alami hutan sebagai penahan erosi dan pemelihara resapan air.
Ancaman Bencana Berlipat di Sorong
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Agung, rusaknya ekosistem hutan akibat pembalakan liar dan kebakaran lahan yang masif akan menjadi bom waktu bagi masyarakat Papua Barat Daya.
Hilangnya Daerah Resapan Air: Hutan gundul tidak lagi mampu menyerap air hujan secara optimal ke dalam tanah.
Risiko Bencana Berantai: Kebakaran hebat saat musim kemarau akan langsung disusul ancaman banjir bandang dan tanah longsor ketika musim hujan tiba.
“Sesungguhnya bencana yang akan datang akan lebih dahsyat lagi mengingat hutan banyak yang gundul akibat pembalakan kayu yang signifikan serta kebakaran lahan yang tak terkontrol,” ujar Kepala Kantor Pengacara dan Penasehat Hukum Fokker4 Nusantara (PERAPFEN) tersebut.
Desakan Aksi Nyata Penegakan Hukum
Menanggapi krisis lingkungan ini, Agung mendesak langkah kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan sebelum terlambat:
Penindakan Tegas: Aparat Penegak Hukum (APH) dan Gakkum KLHK wajib menindak keras para pelaku pembalakan liar (illegal logging).
Evaluasi Izin Penebangan: Pemerintah dan Badan Lingkungan Hidup harus memperketat pengawasan serta izin tata ruang.
Reboisasi Masif: Pemulihan kawasan hutan gundul melalui penghijauan kembali secara konsisten.
Penyelamatan ekosistem hutan di Sorong membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Tanpa penanganan serius, ancaman cuaca ekstrem hari ini hanyalah awal dari gelombang bencana alam yang lebih mematikan di masa depan.
• Arpp















