POLISINEWS.com | JAKARTA. Di tengah maraknya aplikasi transportasi online, GA Trans hadir dengan klaim berbeda. Dalam wawancara eksklusif, CEO PT Garuda Transportasi Nusantara, Dr. Agus Rachmadi, menjelaskan visi nasionalisme, kesejahteraan mitra, serta legalitas perusahaannya.
Berikut petikan wawancaranya:
Polisinews: Apa pembeda utama GA Trans dibanding kompetitor lain?
Dr. Agus Rachmadi : Pembeda utamanya adalah nasionalisme tinggi. GA Trans 100% buatan Indonesia: programmer, pengelola, hingga pengembangnya adalah orang Indonesia untuk orang Indonesia. Kami membangun ekosistem terintegrasi yang memberdayakan driver, merchant, dan penumpang secara bersamaan, bukan sekadar menyediakan jasa antar-jemput.
PolisiNews: Bagaimana konsep “memanusiakan manusia” yang Anda sebutkan?
Dr. Agus Rachmadi: Kami mengadopsi nilai Pancasila untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. Fokus kami adalah saling menyejahterakan. Driver tidak hanya bekerja, tapi juga membantu menyejahterakan sesama driver, pelaku UMKM, dan bahkan penumpang. Transaksi di GA Trans dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi riil, termasuk memberi peluang pendapatan tambahan bagi pengguna biasa, bukan hanya driver.
Polisinews: Terkait kesejahteraan, apa skema unik yang ditawarkan GA Trans kepada driver?
Dr. Agus Rachmadi: Kami menerapkan sistem passive income melalui referral. Setiap driver yang mengajak rekan lainnya bergabung akan mendapatkan komisi kecil (misal Rp250–Rp1.000) dari setiap transaksi yang dilakukan oleh driver referral tersebut. Meski nominal per transaksi terlihat kecil, jika diakumulasikan harian dari banyak referral, hasilnya signifikan dan luar biasa. Ini memberikan stabilitas pendapatan di luar tarif argo biasa.
Polisinews : Bagaimana status legalitas GA Trans di mata pemerintah?
Dr. Agus Rachmadi : GA Trans sudah resmi dan berizin lengkap. Aplikasi tersedia di Play Store dan telah teruji. Kami memiliki SIUP yang sah. Jadi, aspek hukum dan keamanan layanan sudah terpenuhi.
Jurnalis | Chamdani




















