POLISINEWS.com | ACEH TIMUR. Kebijakan pembagian bantuan dua ekor anak sapi untuk Desa Kampung Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, menuai keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai bantuan tersebut tidak proporsional dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1.300 jiwa dan tersebar di lima dusun.
Saat dikonfirmasi media, M.Nasir Kepala Desa Kampung Jawa menyebutkan bahwa dua ekor anak sapi yang dibagikan justru memicu polemik di tengah masyarakat.
“Ini lembu yang dibagikan untuk Desa Kampung Jawa dua ekor anak lembu. Sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
M. Nasir juga menyoroti kebijakan tersebut. Ia menilai pembagian dua ekor anak sapi untuk lima dusun berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
“Lima dusun hanya dua anak sapi. Ini bisa menimbulkan polemik. Jangan sampai kebijakan seperti ini justru mengadu desa dengan masyarakat,” dan saya ngak berani potong ini jika dibagikan akan dikhawatirkan ribut karna sedikit dan ngak cukup untuk warga tegasnya.
Menurut informasi yang beredar, bahkan muncul wacana pemotongan sapi untuk dibagikan kepada lima dusun apabila ada warga yang bersedia menjadi koordinator, dengan biaya pemotongan akan ditanggung. Namun wacana tersebut dinilai bukan solusi yang bijak dan berpotensi memperkeruh suasana.
Sejumlah warga menduga kebijakan itu dapat memicu kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah desa. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar lebih bijak dan transparan dalam menyalurkan bantuan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan sosial.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi bantuan agar tepat sasaran, adil, serta tidak menimbulkan persepsi adanya upaya adu domba di tengah masyarakat.
Jurnalis | Tim Polisi News






























