POLISI NEWS | LEBAK. Kondisi fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, tampak sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah infrastruktur PDAM terlihat kotor, berkarat, dan tidak terawat. Bak penampungan air dibiarkan dalam kondisi kotor, sementara besi penyangga sudah banyak yang keropos dan lantai pijakan berlubang, sehingga membahayakan petugas yang bekerja di area tersebut.
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah adanya anggaran pemeliharaan rutin yang seharusnya digunakan untuk menjaga fasilitas pengolahan air agar tetap berfungsi dengan baik. Namun, hingga kini, tidak jelas ke mana arah penggunaan anggaran pemeliharaan itu.
Kumuhnya fasilitas pengolahan air bersih tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga. Mereka menilai, buruknya pengelolaan dan lemahnya perawatan menjadi penyebab utama kualitas air PDAM yang disalurkan ke rumah-rumah sering kali keruh dan berbau tidak sedap.
“Airnya sering keruh, kadang berwarna kecokelatan dan berbau besi. Kami sudah sering mengeluh, tapi belum ada tindakan perbaikan yang nyata,” ujar salah satu warga Muncang, Kamis (23/10/2025).
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui PDAM segera melakukan perbaikan total terhadap fasilitas tersebut, sekaligus melakukan audit transparan terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan air bersih.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi sarana dan prasarana di Kecamatan Muncang, termasuk soal kejelasan penggunaan anggaran pemeliharaan.
Sementara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak PDAM tidak memberikan jawaban dan memilih bungkam terkait persoalan ini.
Jurnalis | M.juhri






























