POLISI NEWS | KAB. KUNINGAN. Kepala Desa Paniis Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan Jawabarat yakni Raski membentak dan memarahi mengusir wartawan saat bertugas Senin (22/09/2025) pukul 09.00 WIB.
Berawal dari informasi terkait dana hibah Stimulan yang bergulir pertahun dari sumber Dana PDAM yang di terima oleh Pemerintahan Desa Paniis melalui Pemkab Kuningan sebesar 300 Juta.
Dan pemerintahan Desa tersebut Kuwu Raski selalu mengganti perangkat Desa dan melantik dalam jangka waktu dekat, bahkan awak media ini saat pelantikan selalu hadir untuk meliput, sudah terhitung dua kali dalam waktu yang pendek.
Dengan bekal informasi awak media ini berkunjung ke Desa guna konfirmasi ke Kuwu Raski pada hari Senin pagi di Kantor Desa Paniis ia tidak ada di kantor, kami pun di terima dan berbincang dengan Kaur Ekbang dan satu nya lagi Kaur Perencana kalau tidak salah.
Dalam perbincangan dengan mereka para kaur, kami pun mengkonfirmasi terkait Dana Hibah Stimulan yang pertahun di serap Desa ini,dan mereka pun menjawab bukan 300 juta pak tapi hanya 200 lebihan,dan peruntukan nya ke apa aja? ia pun menjawab banyak pak.
Saat awak media ini menanyakan Pak Kuwu dan pak Ulis tidak ada di kantor kenapa pa Kaur ini kan hari Senin sekarang tuh,kalo hari libur kemarin hari Minggu.
Kaur pun menjelas kan bahwa pak Ulis ada keluarga nya yang sakit,terus kalo pa Kuwu Raski ada di rumah habis dari Bogor ada acara keluarga nya,kemungkinan besar Kuwu tidak bakal datang ke Desa.
Jadi kalau mau konfirmasi lebih lanjut hubungi aja pak,ujar Kaur.dan kami pun meminta agar Kaur menelfon Kuwu atau Ulis, akan tetapi ia tidak berani malahan menyuruh hubungi langsung dan kami pun di kasih nomor kontaknya Kuwu.
Ketika dihubungi via telepon dan menulis SMS ia tidak merespon, dan kaur menyuruh kami untuk temui aja di rumah nya, dan kami sempat ngasih tau ke Kaur bahwa kami lagi tugas tidak pantas untuk nemui Kuwu di rumahnya.
Kaur pun sedikit bingung dan selalu menyuruh wartawan ini untuk temui aja di rumah nya tidak apa apa,bahkan banyak wartawan yang kenal sama Kuwu yang datang kerumah nya,kalau pak Kuwu nya tidak ada di Desa.ujar Kaur
Kami pun ikuti petunjuk kaur tersebut untuk datang kerumah nya ia pun ngasih petunjuk arah jalan,ketika sampai di depan rumah nya kami pun menyapa ramah penuh etika.
Asalamualikum Pak Kuwu,tapi apa yang di jawab Kuwu, “kamu dari mana” saya dari Media pa Kuwu,ia pun langsung marah membentak kasar suruh pergi datang ke Desa jangan kesini.!
Wartawan ini hanya melontarkan kata ijin pa Kuwu saya bisa nya kesini kerumah ada perintah dari para Kaur,ia pun tetap mengusir berulang ulang suruh pergi,dan kami pun pergi dan menyuruh Kuwu Raski supaya ke Desa, akan tetapi ia tidak kunjung datang.
Sampai nya terbit berita ini kami menulis SMS ke Kuwu Raski ada di balai Desa tidak pakuwu.namun ia tidak membalas chat dari kami.dan kami gagal untuk konfirmasi lebih lanjut.
Aktifis selaku Kabiro wartawan ini Arif Rifai menyampaikan prihal tidak pantas pemangku jabatan sebagai Kepala Desa,seharus tidak begitu sikap arogan.
karena ia menduduki sebagai kepala Desa terpilih oleh masyarakat, menghadapi orang dengan etika dan sopan apa lagi ke Wartawan yang sudah jelas hak poksi dan kewajiban nya untuk menanyakan dan mengkonfirmasi sebagai Sosial kontrol.
Jurnalis | Tim Biro Cirebon




















