Harga Gas 3 Kg Naik Bikin Shok Ibu-ibu Muncang Kabupaten Lebak

POLISI NEWS |LEBAK. Harga tabung gas ukuran 3 kg dikecamatan Muncang mencapai Rp 25000 hingga Rp.27000. Kenaikan terebut Harga gas elpiji bersubsidi 3 kg mendapat sorotan dari para nitijen kecamatan Muncang insial (DN)

“Itu harga diluar logika. Kalau harganya Rp 22000- 23000 ribu masih normal. Tapi sekarang ada kenaikan Rp 25000-27000 ribu yang artinya naik tentu kita selaku masyarakat sangat merasa keberatan ,” tukasnya, Selasa (2/5/2023).

Oleh karena itu imbuh (DN) melihat kenaikan harga elpiji subsidi di luar kewajaran itu, pihaknya telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi distribusi gas tabung melon bersubsidi tersebut.

Berdasarkan informasi yang ungkap dia, kuota elpiji 3 kg itu ada kecenderungan tidak berkesesuaian di tingkat pedagang. “Saya ada menanyakan pedagang, bahwa ada ketidaksesuaian kuota epliji. Biasanya pedagang mendapat jatahnya 2.100 tabung, namun hanya menerima 1.300 tabung. Nah, ini menunjukkan ada kekurangan kuotanya,” ujarnya.

Mengacu informasi itu, insial (DN) memperingatkan para agen, pangkalan hinggal pengecer elpiji agar menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp22 ribu. Hal itu menyesuaikan alur distribusi agen ke pangkalan Rp18 ribu per tabung elpiji subsidi 3 kg, sehingga di tingkat pangkalan dipatok HET Rp 22 ribu.

“Kepada agen dan pangkalan elpiji saya ingatkan agar menjual dengan harga sesuai HET, dan pengecer harus diawasi oleh agen dan pangkalan itu sendiri,” tegasnya.

Fairid menambahkan, jika alasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang naik dipakai untuk mematok harga elpiji hingga Rp 27000 ribu per tabung 3 kg, itu menurutnya tidak masuk akal. “Kita berhitung saja, dari harga Rp22 ribu, kenaikan harga BBM berapa? Koq sampai Rp 25000- 27000

“Kami minta kepada pemerintah terkait agar secepatnya ada bentuk kontrol sosial ke pangkalan seluruh pangkalan yang ada di kab Lebak Banten khawatir ada keganjilan atas dikenaikan tabung gas elpiji yang berukuran 3kg ini.

Harga tabung gas elpiji ukura 3 kg ini terlalu melebihi Harga (HET) maka diyakini sangat keberatan dan sangat berpengaruh kepada ibu ibu rumah tangga yang kurang mampuh apalagi di posisi saat ini ekonomi sedang sulit, “pungkasnya

Jurnalis  | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *