Peresmian Warung UMKM Dikeluhkan Adanya Penggusuran Lapak

- Jurnalis

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS | KARAWANG. Pedagang Kaki Lima (PKL) di area pinggir jalan Raya Arah Perbatasan Desa Sukamerta, tepatnya di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mengeluhkan penggusuran lapaknya. Selain akses terbatas, mata pencaharian ikut tertutup dan mereka meminta kompensasi kepada pemerintah, Jumat (5/8/2022).

BC (45) pedagang yang lapaknya akan digusur saat dikompirmasi kepada awak media mengatakan, kami para pedagang tidak apa-apa lapak kami digusur atau dibongkar. Tetapi kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan kompensasi.

“Waktu rapat di Kecamatan terus terang saya keberatan, kalau ada pembongkaran saya mohon ada kompensasi, jangan sampai merugikan sepihak,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditempat terpisah IW pedagang lainnya mengatakan, saya berjualan disini sudah hampir 3 tahun. Tidak keberatan kalau semua pedagang yang ada di area ini ikut digusur atau dibongkar. Kalau sebagian yang digusur atau dibongkar saya keberatan.

“Rencananya waktu rapat di Kecamatan harga kios kelas 1 Rp.350 ribu, kelas 2 Rp. 350 ribu, kelas 3 Rp. 200 ribu dan gratis 1 bulan harga sewanya. Semua pedagang yang dibongkar akan di alokasikan atau dipindahkan ke tempat yang disediakan berbentuk kios atau ruko, tetapi malahan saya tidak kebagian.Malah bukan yang pedagang yang dibongkar yang dapat kios, tetapi orang luar yang dapat ruko,” ucapnya.

Lanjutnya, waktu rapat di Kecamatan tidak dapat kompensasi, yang mau di prioritaskan katanya pedagang yang di sini dulu yang dibongkar, tapi malah saya tidak kebagian.

“Yang kebagian dapat kios malah orang luar bukan warga sini atau pedagang yang lapaknya digusur, saya berharap dapat kompensasi,” ujarnya.

Ditempat terpisah Plt. Camat Rawamerta Rochman saat diwawancara awak media mengatakan, kita prioritaskan kios untuk pedagang yang disini dulu, kalau nanti ada pedagang yang lain mau terserah pengelola.
“Kalau luas wilayah kios saya tidak tahu, cuma kiosnya yang dibangun 24 kios per 2.5 X 4 M.Untuk persiapannya sudah hampir 2 bulan,” ucapnya.

Baca Juga:  Oknum Mata Elang Merampas Motor Milik Acang, yang Mengaku dari Leasing FIF

Lanjut Rochman, sistimnya sewa perbulan, kalau harga perbulannya saya kurang tahu.Nanti coba tanyakan ke pihak pengelola.

“Lokasi tanah ini milik pribadi punya H.Jae.Waktu rapat di kecamatan pedagang tidak ada yang keberatan soal harga sewa.Kios ini khusus pedagang yang di depan aj, kurang lebih ada 24 pedagang.Kita kasih waktu untuk bongkar sendiri, kalau sudah siap bisa pindah.Untuk pembongkaran tidak ada penggantian,” ujarnya.

Tambahnya, pedagang dialokasikan supaya saluran air tidak terganggu. Karena warung yang diatas saluran air otomatis ada sampah.Intinya para petani tidak terganggu adanya sampah lokasinya di wilayah Pasir Awi dan Pasirkaliki, “pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Rawamerta AKP. M Wasis mengatakan, “para pedagang bisa menempati tempat yang disediakan dan warung-warung yang ada diatas saluran air tidak sesuai peruntukannya bisa direlokasi disini.”

“Semuanya tidak keberatan sudah sepakat untuk menempati tempat yang sudah disediakan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ancaman Bencana Berlipat di Sorong: Dari Kebakaran Lahan Hingga Pembalakan Liar
Tangani Karhutla Sumsel, Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Ratas di Palembang
Dukung Pembentukan Kodam di Papua Barat Daya, Praktisi Hukum: Jangan A Priori, Lihat Hasilnya
Dirgahayu RI Ke 81: Ketum & Sekjen FRIC Ajak Bersatu Jaga dan Bangun Negeri
Warga Raas Sambut Peresmian Ribuan Jembatan & Air Bersih oleh Presiden Prabowo
Hafidz Cilik Tunanetra Asal Banyuwangi, Yasmin (9) Hafal 6 Juz Al-Qur’an Meski Buta Sejak Balita
11 Alat Berat Lintas Sektor Dikerahkan Percepat Normalisasi Sungai Sipange Tapteng
Tolak Stigma Londo Ireng, Jurnalis Sampang Aksi di DPRD : Kritik Adalah Hak, Bukan Pengkhianatan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Ancaman Bencana Berlipat di Sorong: Dari Kebakaran Lahan Hingga Pembalakan Liar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Tangani Karhutla Sumsel, Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Ratas di Palembang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:36 WIB

Dukung Pembentukan Kodam di Papua Barat Daya, Praktisi Hukum: Jangan A Priori, Lihat Hasilnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Dirgahayu RI Ke 81: Ketum & Sekjen FRIC Ajak Bersatu Jaga dan Bangun Negeri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Warga Raas Sambut Peresmian Ribuan Jembatan & Air Bersih oleh Presiden Prabowo

Berita Terbaru