POLISI NEWS | LEBAK. Tim Liputan Polisi News Banten bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Jaya memberikan klarifikasi resmi mengenai progres pembangunan irigasi perpompaan di Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (12/9/2026).
Klarifikasi ini disampaikan untuk menanggapi sorotan publik terkait kondisi fasilitas irigasi yang belum berfungsi optimal mengairi lahan pertanian warga.
Status Proyek Irigasi Perpompaan Masih Tahap Konstruksi
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, pihak Poktan Sri Jaya membenarkan bahwa pengerjaan fisik proyek belum selesai 100 persen. Oleh karena itu, fasilitas tersebut belum bisa menyalurkan air secara maksimal ke area persawahan.
Sebelumnya, proyek ini sempat dipertanyakan warga setelah upaya pengeboran sumber air yang dilakukan sebanyak tiga kali belum membuahkan hasil. Namun, pelaksana menegaskan bahwa proses pengerjaan masih terus berlangsung.
“Pekerjaan masih berjalan dan belum diserahterimakan. Jadi proyek ini tidak bisa disimpulkan gagal total karena tim di lapangan masih terus mengupayakan penyelesaiannya,” ujar perwakilan Poktan Sri Jaya.
Detail Anggaran dan Tuntutan Transparansi Warga
Berdasarkan data pada papan informasi proyek, kegiatan ini mencakup Konstruksi Embung/Dam Parit/Long Storage dan Pembangunan Irigasi Perpompaan dengan rincian:
- Nilai Anggaran: Rp155.700.000
- Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026
- Pelaksana: Poktan Sri Jaya
Meskipun memahami proyek masih berjalan, masyarakat setempat berharap ada langkah teknis yang jelas terkait solusi pasca-tiga kali kegagalan pengeboran. Selain itu, warga juga meminta keterbukaan mengenai rincian luas lahan pertanian yang menjadi sasaran penerima manfaat program ini.
Catatan Redaksi
Tim Liputan Polisi News Banten akan terus mengawal dan memantau perkembangan proyek irigasi ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara berimbang.
• M. Juhri















