Warga Pasar Terandam Tanyakan Izin Rubiyah Desa Kinali Mandikan Jenazah Tanpa Koordinasi

POLISI NEWS.com | TAPTENG. Sejumlah warga Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, mempertanyakan tindakan seorang rubiyah (petugas pemandian jenazah perempuan) dari Desa Kinali yang disebut-sebut mengambil alih tugas pemandian jenazah di wilayah mereka tanpa izin maupun pemberitahuan terlebih dahulu.

Insiden ini mencuat saat proses pengurusan jenazah seorang perempuan di Desa Pasar Terandam. Kehadiran rubiyah dari desa lain memicu kebingungan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama terkait prosedur, etika, dan koordinasi dalam pelayanan sosial-keagamaan yang selama ini dikelola oleh petugas lokal.

“Yang kami pertanyakan bukan siapa yang memandikan, tapi apakah sudah ada izin atau koordinasi dengan rubiyah setempat? Ini soal adab dan tata kelola,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (2/6/2026).

Warga menekankan bahwa setiap desa di wilayah tersebut telah memiliki petugas rubiyah resmi yang dipercaya masyarakat. Masuknya petugas dari luar desa tanpa komunikasi dianggap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, bahkan konflik horizontal jika tidak segera diklarifikasi.

Menurut informasi yang beredar, rubiyah dari Desa Kinali datang secara spontan dan langsung melaksanakan tugas pemandian jenazah tanpa melibatkan perangkat desa atau petugas lokal yang selama ini bertugas. Hal ini dinilai melanggar norma tidak tertulis dalam pelayanan kematian yang bersifat lokal-religius.

“Tugas rubiyah itu amanah. Bukan sekadar teknis memandikan, tapi juga menjaga harmoni sosial. Kalau mau bantu, harus ada musyawarah dulu,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perangkat Desa Pasar Terandam maupun Desa Kinali terkait insiden tersebut. Warga berharap adanya penjelasan transparan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

Masyarakat juga mendesak agar kedepan, semua pihak — termasuk petugas rubiyah lintas desa — menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik sebelum melakukan tindakan di luar wilayah tanggung jawab masing-masing.

“Kami ingin pelayanan tetap berjalan lancar, tapi juga ingin hubungan antarwarga tetap rukun. Jangan karena satu kejadian kecil, jadi retak persaudaraan,” pungkas warga.

Jurnalis: Makkinullah

Editor : Redaksi Polisi News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *