Progres Gedung Kantor Bupati Tapteng Diduga Capai 70 Persen, Belum Bisa Dikatakan Mangkrak

POLISI NEWS | TAPTENG. Sejumlah video yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir memperlihatkan kondisi pembangunan Gedung Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinilai telah menunjukkan progres signifikan. Dari sejumlah rekaman tersebut, tampak sebagian besar bagian gedung sudah rampung hingga 100 persen.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah ruangan sudah terpasang fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan (AC), exhaust fan, dan lampu. Selain itu, seluruh daun pintu dan jendela berbahan UPVC juga terlihat telah terpasang di hampir semua lantai. Lift tampak sudah terpasang dan diduga siap digunakan, sementara anak tangga di tiap lantai terlihat rapi dengan lapisan kayu bernuansa estetik.

Meski demikian, beberapa bagian lain dari gedung masih belum rampung sepenuhnya. Beberapa video menunjukkan area lantai yang belum dipasangi granit, plafon yang belum selesai, serta dinding yang belum dicat. Bahkan, di salah satu sudut bangunan terlihat lantai yang mulai ditumbuhi rumput liar akibat belum dilakukan pemasangan granit, meski pintu dan jendela sudah terpasang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan Gedung Kantor Bupati Tapteng sejak awal direncanakan dengan anggaran sekitar Rp 130 miliar. Hingga kini, realisasi anggaran yang telah digunakan mencapai Rp 74 miliar, atau sekitar 56,92 persen dari total kebutuhan.

Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), seorang anggota DPRD Tapteng dari Partai Golkar dalam sebuah video menyebut bahwa progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Artinya, capaian fisik pembangunan dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi anggaran yang telah terserap.

Dari kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa proyek pembangunan Gedung Kantor Bupati Tapteng belum sepenuhnya selesai, namun juga tidak dapat dikategorikan mangkrak, mengingat masih adanya sisa anggaran yang belum direalisasikan.

Sejumlah pengamat menilai, penyelesaian pembangunan gedung tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam melanjutkan alokasi sisa anggaran sekitar 43,08 persen pada APBD berikutnya, baik secara bertahap maupun penuh.

Tokoh masyarakat Tapteng, H. menilai bahwa penyelesaian proyek tersebut tidak seharusnya diwarnai sentimen politik.

“Pilkada sudah selesai. Sekarang saatnya semua pihak bergandengan tangan membangun Tapanuli Tengah. Jangan lagi ada dendam politik atau sikap saling menjatuhkan. Fasilitas yang sudah ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan daerah,” ujar ,Lembaga media Polisi news inisial Ss Rabu (6/11/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan kantor bupati itu merupakan aset penting bagi pelayanan publik, sehingga pemerintah daerah harus segera menuntaskan pengerjaannya agar bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Sebagai pemimpin yang bijak, Bupati harus mampu merangkul semua elemen. Tidak ada lagi istilah kawan atau lawan politik. Yang ada hanya kerja sama demi Tapanuli Tengah yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Dengan demikian, “Proyek pembangunan Gedung Kantor Bupati Tapteng ini masih memiliki peluang besar untuk diselesaikan, asalkan ada kemauan politik dan komitmen anggaran yang kuat dari pemerintah daerah, “tutupnya mengakhiri.

Jurnalis | Tim invistigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *