PT Sparta Didemo Karena Tidak Memproritaskan Warga Kp Cilisung RW 03 Jadi Karyawan

POLISI NEWS |KAB. BANDUNG. Ketua RW 03 Kp Cilisung Desa Dayeuhkolot Eka Kanda Wiria bersama para tokoh masyarakat dampingi para pemuda  menggeruduk PT Sparta karena tidak memperiotaskan warga sekitar menjadi karyawan.

Dalam aksi protes, hal ini dilakukan bukan tanpa dasar, aksi protes in dilakukan terhadap perusahaan, dikarenakan selama PT Sparta berdiri hingga saat ini, putra-putri wilayah khususnya Kp Cilisung RW 03 ini sulit sekali untuk menjadi karyawan di PT Sparta.

Sehingga melalui RW 03 masyarakat putra-putri Kp Cilisung RW 03 , melakukan aksi protes guna menuntut kebijakan kepada pihak PT sparta.

Hal ini disampaikan oleh Rw.03 Eka Kanda Wiria, karena terus-menerus didesak warganya, untuk menuntut kebijakan Kepada pihak PT sparta dalam rekrutmen karyawan.

Eka mengatakan, “Aksi demo masyarakat mejnadi alasan, pertama Semenjak PT Sparta didirikan dan beroperasi hingga saat ini sudah puluhan tahun warga kami cuman kebagian bisingnya pabrik, tapi warga kami sama sekali tidak ada perhatian nya, “ujar Eka.

Karena terus-menerus didesak oleh warga maka ketua RW 03 Kp Cilisung, Eka Kanda Wiria merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjembatani warga guna menyampaikan aspirasi warganya.

Setelah beberapa kali dirapatkan akhirnya ketua RW 03 Eka mempelopori warga dan putra-putri daerah agar supaya hak-hak putra/i daerah bisa dilibatkan untuk menjadi karyawan di PT Sparta.

Di saksikan tokoh masyarakat dan warga setempat Eka ingin mempertanyakan, kenapa dari awal berdiri hingga saat ini warga kami tidak bisa masuk dan terkesan sulit untuk menjadi Tenaga kerja PT Sparta, Ada Apa ?

“Kalau untuk tenaga ahli silahkan mau ngambil dari mana-mana juga tapi untuk karyawan biasa, tenaga keamanan atau Scurity dan yang lain lain, warga kami juga bisa. dan menurut Peraturan Daerah (PERDA), dimana-mana juga sama, untuk menjaga kondusifitas jalannya perusahaan, bahwa setiap perusahaan yang berdomisili di wilayah tersebut wajib memberikan kopensasi kebijaksanaan dan pasilitas untuk putra daerah antara lain dijadikan sebagai karyawan (tenaga kerja) dengan kesepakatan yang bersangkutan siap di tempatkan di bagian sesuai dengan kemampuan dan pendidikan nya selebihnya silahkan merekrut dari luar daerah” ungkap Eka.

“Bukankah dulu sebelum perusahaan berdiri telah terjalin kesepakatan bersama, bahwa putra daerah akan dilibatkan untuk menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut.”

Tapi kenapa pihak PT Sparta sepertinya mangkir dan terkesan mempersulit warga setempat untuk bisa bekerja mengabdikan diri di PT Sprata ?
“Padahal putra-putra kami banyak yang menganggur yang menbutuhkan pekerjaan,”ungkap Eka kepada para awak media.

Hal senada disampaikan juga oleh salah satu tokoh masyarakat Wahyu Aminudin, Selain Perwakilan tokoh masyarakat dan juga kebetulan mantan RW 03 juga selama dua periode. Wahyu menambahkan dan berharap kepada pihak PT Sparta, bahwa aksi protes ini dilakukan semata-mata untuk memperjuangkan putra-putri wilayah agar sekiranya bisa dilibatkan serta diberi kesempatan untuk bekerja dan menjadi karyawan di PT Sparta.

Wahyu melanjutkan, Aksi ini di lakukan semata-mata untuk warga masyarakat lingkungan RW 03, selebihnya untuk putra-putri warga desa Dayeuhkolot.
Karena warga kami juga masih banyak yang membutuhkan pekerjaan.

Disamping itu juga ada beberapa point tuntutan warga sekitar pabrik antara lain, lampu penerangan di Gang di sekitar Benteng pembatas pabrik, Air bersih, dan juga perekrutan karyawan oleh yayasan yang sengaja ditempatkan di luar daerah sehingga putra daerah yang mau melamar pekerjaan sulit menembusnya.

Sehingga aksi ini kami sengaja melibatkan dan mengundang Apartur Negara wilayah hukum Kecamatan Dayeuhkolot, Antara lain Kapolsek Dayeuhkolot beserta jajaran, Danramil beserta Anggota Satpol PP kecamatan Dayeuhkolot juga Para tokoh RT/RW serta tokoh Masyarakat untuk menyaksikan tuntutan kami,
Kami yakin Aparat kepolisian dan Babinsa dan juga Satpol-PP kecamatan Dayeuhkolot akan bersikap netral sebagai penengah dan akan bekerja profesional dalam melayani dan mengayomi Masyarakat, Pungkas Wahyu.

Jurnalis | Wahyu Aminudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *