“Di Tengah Sibuk Urus Desa, Kades Tedy Masih Sempatkan Khitankan Warga”

POLISINEWS.com | BANDUNG. Suasana khidmat terasa di Klinik Balai Pengobatan dan Khitanan Yayasan Bina Sampurna Sutisna Sejahtera, Bandung. Prosesi khitanan atas nama Fauzan Adli Azhim, putra dari pasangan Agah Sugandi dan Linda Yanti, berlangsung lancar under penanganan langsung oleh seorang figur unik Tedy Julia Taufik, S.Sos., Kepala Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Rabu (13/5/2026). Pukul 05.45 WIB

Yang membuat momen ini istimewa bukan hanya pada prosesi medisnya, melainkan siapa yang menanganinya. Di tengah kesibukan tinggi sebagai kepala desa yang mengelola berbagai program pembangunan, Tedy menyempatkan diri bertindak sebagai tenaga ahli khitan. Ini bukan kali pertama baginya melayani masyarakat secara langsung.

“Ini bentuk nyata kepedulian. Saya tidak ingin jarak antara pemimpin dan rakyat terlalu jauh. Jika saya bisa membantu meringankan beban warga, mengapa tidak?” ujar Tedy singkat usai prosesi.

Klinik tersebut berada di bawah naungan Yayasan Bina Sampurna Sutisna Sejahtera, yang diketuai sekaligus dimiliki oleh Brigadir Jenderal (Purn.) H. Otjo Sutisna. Menariknya, hubungan kedekatan antara Tedy dan H. Otjo bukan sekadar profesional. Keduanya memiliki latar belakang politik serupa, pernah menjabat sebagai Dewan Partai PKS, serta berasal dari keluarga besar yang dikenal religius dan dekat dengan masyarakat.

Lebih Dari Sekadar Pelayanan Medis

Tim Police News melakukan survei acak kepada sejumlah warga Panyadap yang enggan disebutkan namanya. Hasilnya konsisten, Tedy dinilai sebagai pemimpin yang merakyat, tanpa pandang bulu, dan sangat peduli.

Banyak warga kurang mampu yang mengaku pernah mendapatkan layanan gratis, baik untuk khitan maupun pengobatan umum. Bahkan, tak jarang Tedy memberikan bantuan sembako sebagai pendampingan sosial.

“Beliau itu sederhana. Meski sibuk mengurus desa, kalau ada warga butuh bantuan, beliau selalu ada. Orang tuanya juga begitu, Pak H. Otjo sangat dihormati di sini,” tutur salah satu warga setempat.

Aspirasi Warga : Ingin Tedy Periode Berikutnya

Popularitas dan kepercayaan publik terhadap Tedy tampak jelas dalam setiap interaksi. Banyak warga Panyadap secara spontan menyatakan harapan agar Tedy kembali memimpin desa mereka pada pemilihan kepala desa (Pilkades) periode mendatang.

Bagi mereka, kepemimpinan Tedy bukan hanya soal administrasi, tapi tentang kehadiran hati. Kombinasi antara integritas pribadi, latar belakang keluarga sholeh, dan aksi nyata di lapangan menjadi modal kuat bagi legitimasi politiknya di mata konstituen.

Jurnalis | Tim Police News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *