POLISI NEWS | LEBAK. Kondisi rumah Meri warga kampung Rancasema pos RT 01 RW 01 desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak kabupaten Lebak. Tidak layak, padahal rumah berhadapan dengan seorang Anggota DPRD komisi 3.
Kondisi rumah Meri sangat menghawatirkan, tiang atap sudah rapuh dan tidak layak ditempati. Jangankan buat memperbaiki rumah, buat makan saja sulit.
Meri potret seorang janda yang keseharian sekedar berjualan kopi dekat ful Bis Rudi, untuk mencukupi kebutuhan hidup yang hanya punya kelebihan Rp.10.000. sampai 20.000, untuk memperbaiki rumahnya.
Ketika kami datang dengan bahasa terbata bata penuh kesedihan berharap bantuan dari para pemangku kebijakan pemerintah Kabupaten Lebak khususnya.
Relawan WPI Fuk Tjhong Feradi menanyakan, apakah selama ini dari pihak Desa Kaduagung Timur mengetahui bahwa Jaroh sudah tahu pak, bahkan rumah saya di foto-foto oleh anak buahnya, cuma, tidak pernah melihat datang kesini walaupun di sini Banjir, “ujarnya.
Lanjut Fam Fuk Tjhong merasa ini sungguh miris ada seorang warga yang tidur selama 3 tahun di teras depan rumah orang sedangkan pemerintah seolah tidak tahu, padahal rumah Jaro seorang anggota dewan yang tidak peduli.
Potret kesenjangan antara pejabat dengan warga. Ini terlihat tidak ada kepedulian tapi pada kenyataan beda. Anggota DPRD Regen Abdul Haris tampak tutup mata.
Ketua Jaringan Aktivis Melawan (JAM) Imam Apriyana, meminta tanggapan sampai mengirimkan vidio kondisi rumah ibu Meri melalui WhatsApp ke Anggota DPRD Regen Abdul Haris, yang rumahnya dekat dengan ibu Meri, tapi tidak menjawab, padahal centang 2 warna biru di handphone miliknya.
Hingga pemberitaan tersebut di terbitkan, belum ada komentar dari pihak Dinas maupun dari DPRD Lebak.
Jurnalis | Tim Liputan




















