POLISI NEWS|BOGOR. Tambang emas ilegal di Kampung Ciguha Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menelan korban jiwa. di lubang galian emas ilegal. Sabtu 12/07/2025.
Di lokasi lobang H. Edi kampung Bantar karet Seorang penambang meregang nyawa di dalam lobang emas yang dikenal sebagai Lobang Sawah, Kampung Ciguha milik H. Edi, warga Bantar karet.
Disinyalir H. Edi memiliki bahan peledak yang membahayakan, karena proses dari penggalian atau peluasan lobang tersebut, terkadang menggunakan sistem blasting yakni menggunakan bahan peledak, yang mana sistem pengerjaan tersebut hanya boleh dilakukan oleh Perusahaan PT Antam, itu pun harus dengan izin dari pihak Kepolisian.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Lobang maut yang berada di level 470 CGA itu diduga mengandung zat asam berbahaya. Korban dinyatakan tewas di lokasi akibat menghirup gas beracun di kedalaman lobang tambang yang dikelola secara ilegal.
Pertambangan tanpa izin (PETI) melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Pasal 158: Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 miliar.
Ironis dan memilukan! Dalam beberapa bulan terakhir, sudah enam orang tewas di lokasi yang sama, namun tidak ada tindakan hukum yang berarti. Warga menduga keras adanya pembiaran dari oknum aparat dan dugaan kuat kongkalikong dengan pihak PT Antam.
Tangisan Keluarga Pecah di Tengah Duka
Pihak keluarga korban akhirnya angkat bicara dengan penuh amarah dan kesedihan, “Saya mohon kepada bapak kami, Bapak Gubernur Jawa Barat, tolong tindak tegas H Edi Sudah cukup banyak korban, jangan dibiarkan seolah kebal hukum.”kata warga yang anggota keluarga tertimbun.
“Sekali lagi saya mohon, tangkap H. Edi! Jangan tunggu korban berikutnya, “ucapan keluarga korban.
Warga sekitar mendesak. Pemerintah Pusat dan Daerah segera menutup tambang ilegal yang telah berubah menjadi kuburan hidup bagi penambang rakyat.
“Nyawa rakyat kecil seperti tak ada artinya. Enam korban nyawa dan tetap tidak ada tindakan? Ada apa dengan hukum kita?” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.yang meminta tidak disebutkan identitasnya kepada wartawan
Pemerintah & Aparat diminta tidak tutup mata adanya berita ini menjadi pengingat keras bahwa nyawa rakyat terus terancam jika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
“Apakah aparat dan Pemprov Jawa Barat tidak berani menindak, atau justru ikut membiarkan? ujar inisial B.
Masyarakat setempat pernah merasa kehilangan 6 orang anggota keluarga yang tertimbun di dalam lubang emas ilegal tersebut.
Sekertaris Jenderal Forum Wartawan Solid (FWS) Nasional Dani Saeputra angkat bicara dan mengecam adanya insiden penambang tertimbun.
Dani Saeputra mengatakan, ” Saya akan segara datangi gubernur Jawa barat kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk melakukan kroscek langsung ke TKP kejadian. Ia juga akan datang ke istana Presiden Prabowo Subianto agar segara mencarikan solusi untuk para penambang liar tersebut, “ungkap Dani Saeputra pada awak media Polisinews.com
“Saya tidak akan segan-segan untuk menyiapkan informasi insiden ini kepada orang nomor satu di Indonesia. Karena ini sudah melampaui batas sehingga memakan korban dan dibiarkan oleh pemilik lubang emas ilegal yang tidak memanusiakan manusia makanya harus ditindak tegas, “kata Dani Saeputra.
Jurnalis | Sarudin















