POLISI NEWS | INHU RIAU. Pejabat Rutan Kab. Inhu Kota Rengat Riau (Indragiri hulu) seperti alergi terhadap awak media saat melakukan investigasi ke dalam Rutan. terkait pemberian makan jatah makanan hanya makan sayur kangkung, dan ikan asin saja. Senin, 13/1/2025.
Sedangkan Anggaran dana makan narapidana mencapai Rp1,3 sampai 1,4 triliun per tahun. Jika dihitung per kepala, jatah makan narapidana di lapas adalah sekitar Rp 20.000 per hari.
Selain anggaran makan yang terbatas, kapasitas daya tampung sarana prasarana lapas di Indonesia juga masih kurang. Saat ini, jumlah penghuni lapas dan rutan mencapai 276.172 jiwa, sedangkan kapasitasnya hanya 132.107 tahanan.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Akan tetapi pejabat Rutan (rumah tahanan) melalui humas & kepala Rutan Ginting ketika dikonfirmasi awak media tidak transparan kepada awak media bahkan tidak bisa memberikan ruang kebebasan media untuk melakukan peliputan terkait kondisi dan kegiatan para tahanan (Napi), bahkan keberatan dan tidak memperbolehkan awak media masuk ke lokasi tahanan.
Akan tetapi kalau dari pihak Polri & TNI selalu diberikan ruang kebebasan untuk memasuki lokasi tahanan dangan alasan bahwa sebagai keamanan, Akan tetapi pihak lapas lupa bahwa awak media adalah sebagai sosial kontrol yang dilindungi undang-undang, perlu kita ingat bahwa media bertugas pemberi informasi kesemua pihak tanpa terkecuali dikalangan masyarakat luas.
Diduga pihak pejabat lapas Inhu selama ini sangat tertutup kepada media yang akan melakukan penelusuran terkait dugaan kejanggalan didalam Rutan. Kepala Rutan Ginting menjelaskan, bahwa kalau mau melakukan peliputan apapun harus melalui Pimpinan pusat kantor wilayah (Kanwil) Rutan provinsi Riau.
Ginting juga tidak bisa jelaskan terkait anggaran dana makan bagi narapidana, sedangkan kondisi penghuni Rutan mencapai 878 narapidana sedangkan kondisi lapas hanya bisa dihuni kapasitas 180 tahanan aja, Dalam hal tersebut pihak pejabat Rutan tidak bisa jelaskan ketika dikonfirmasi awak media.
Salah satu masyarakat berinisial S, ketika dikonfirmasi awak media Menjelaskan bahwa memang benar di dalam Rutan. Para Napi sering kali diberikan makan sayur kangkung ikan asin, dan kalau makanan yang lain seperti lauk pauk yang bergizi hanya diberikan seminggu sekali 1.
Kemudian 2 orang Napi yang di pekerjakan sebagai tukang parkir sepeda motor, Ketika dikonfirmasi awak media mengaku bahwa dirinya telah diberikan kebebasan untuk jaga parkir sepeda motor yang mana kami sudah hampir bebas & kami juga bebas megang handphone, kemudian juga bebas berkeliaran keluar lapas walaupun nantinya setelah itu kembali.
Napi dalam rutan menjelaskan, “Bahwa selama ini di dalam kami diberikan makan ikan asin & sayur kangkung, Akan tetapi kalau makan sayur lauk seperti telur dadar ges daging itu seminggu sekali, “jelas 2 napi.
Jurnalis | Khairul Anam










