POLISI NEWS | TAPTENG. Mulai hari ini senin 26 feberuari 2024 yang dimulai pukul 10 WIB, KPU kabupaten Tapanuli Tengah menggelar rapat terbuka perhitungan dan perolehan suara pemilu 2024.
Bertempat di gedung serbaguna pandan yang dihadiri Kapolres Tapteng AKBP Basa Emde Banjarnahor, perwakilan dari Korem 023 /Kawal Samudra, perwakilan dari kodim 0211 Tapanuli Tengah, perwakilan dari dan Lanal Sibolga, perwakilan dari Kejari Sibolga, Pereakilan dari Pengadilan Negeri Sibolga.
Dengan di pandu pengarah acara hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu indonesia raya, Dengan dibuka oleh ketua KPU Wahid Pasaribu serta memberikan katasambutan, ketua KPU mengharapkan, agar bilamana ada ditemukan yang tidak singkron agar diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah itu waktu diberi kepada bapak Kapolres untuk memberikan kata sambutan, “Sama seperti ketua KPU Kapolres juga menghimbau untuk menjaga ke kondusifan, mari kita jaga rapat peleno ini dengan mengedepankan azas kekeluargaan ,harap bapak Kapolres, bila ada ditemukan pelanggaran pada tahapan pelaksanaan pemilukali ini agar ditempuh sesuai aturan, ada Gakumdu Bawaslu ada wadah untuk menyelesaikan, “kata Kapolres.
Perhitungan suara dimulai dari PPK Sirandorung, dilanjutkan dari kecamatan suka bangun, setelah PPK selesai membacakan perhitungan suara, ketua KPU selalu memberi kesempatan kepada Bawaslu dan saksi saksi untuk memberi tanggapan bila tidak ada yang menyanggah, selanjutnya dipersilahkan dari kecamatan yang lain untuk melakukan perhitungan.
Ketika dari kecamatan selesai membacakan perhitungan suara, saksi dari partai Nasdem melakukan protes terhadap hasil perhitungan yang tidak singkron,
kemudian ketua KPU mensekors rapat sampai jam 8 jam.
Setelah skors dicabut ppk sokam kembali menjelaskan kesalahan yang terjadi. Saksi dari Nasdem menjelaskan bahwa menurut saksi mereka bahwa perhitungan suara sudah klop mengapa jadi berbubah sampai disini, pertanyakan kapan itu dibuka dan kapan itu ditutup.
Panwas kecamatan mengatakatan ,bahwa waktu kami pleno semua singkron, memang ada ditemukan 83 ,tapi setelah kami perbaiki semua sudah singkron. Saksi dari Nasdem menjelaskan, bahwa saksi Martin tidak ada, tapi saksi Partai ada, Antara saksi Nasdem dan ketua PPK Raja Tua Situmeng berdebat sangat alot tentang temuan ini. Bawaslu menyarankan agar hasil perolehan suara dibuka setiap desa, sampai berita ini dikirim perdebatan antara bawaslu dengan ketua KPU.
Jurnalis | Makkinullah















