POLISI NEWS | JABAR. Festival Sarung Majalaya 2 (FSM2) baru saja usai digelar, acara yang diawali dengan Kirab Sarung Santri Nusantara pada hari Senin (13/03/23).
Acara dengan Exclusive Lunch dan Business Matching Sarung serta Bazzar dan Terapi Kesehatan dan Cukur Gratis, Lenggang Majalaya Street Fashion Show, Pagelaran Seni, Hiburan dan juga Talkshow Sarung, serta ditutup pada dengan Kids Fashion Show dan Carnaval, serta Do’a Bersama dan Syukuran pada hari Jum’at (17/03/23) ini, menyisakan kesan yang mendalam dihati banyak sekali orang.
Ega Sukadirdja misalkan, pedagang Bandros Bandoeng yang juga merupakan ketua Masyarakat Kuliner Nuswantara (MAKAN) ini, mengaku mendapatkan banyak berkah selama Festival Sarung Majalaya berlangsung, dan juga setelahnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mah bukan pengusaha Sarung, tapi ga tau kenapa, saya senang sekali Festival Sarung Majalaya ini sukses menyunggingkan senyum di wajah semua orang. Ada sih yang ga bisa senyum juga, tapi biasanya itu mah orang-orang yang kurang sarapan!” seloroh Ega yang akrab disapa Abah, kepada wartawan pada acara syukuran dan pembubaran panitia FSM2, Minggu (19/03/23).
Ega memaparkan, bahwa sejak semula, kuliner Nusantara telah menjadi salah satu sorotan utama selain sarung, yang menjadi primadona pada gelaran FSM2 ini.
“Kami juga bermitra dengan Kuliner Daerah Kebanggaan Nuswantara (KUDA BANGSA). Setiap FSM, kami selalu berkolaborasi dan mendatangkan tokoh-tokoh dari luar Jawa Barat, terutama Jakarta.
Sejak proses persiapan FSM2 ini, kuliner Nuswantara selalu jadi salah satu topik bahasan menarik selain sarung, yang turut jadi bahan perbincangan tokoh-tokoh tersebut. Kuliner Bandung mah kebanyakan pakenya gerobak kali ya makanya jadi menarik? Gerobak kan memang ditarik,” lanjut Abah Ega.
Bagi para tokoh tersebut, jajanan khas Bandung bukan hanya nikmat di lidah, akan tetapi juga kaya akan kisah dan hadirnya mampu membuat senyum merekah.
“Ya asal makannya jangan sambil mendesah aja, mentang-mentang seuhah (pedas),” seloroh Abah Ega.
Bandros menjadi salah satu kuliner unik yang bahkan sampai diangkat pada program Talkshow FSM2.
“Bu Rani Dewita, salah seorang pegiat budaya senior Indonesia, kebetulan mencicipi Bandros buatan Abah sebelum naik panggung, beliau begitu terkesan dan menerangkan bahwa Wisata Sarung Majalaya itu sangat dimungkinkan, karena para wisatawan juga dapat menikmati sajian dan suguhan yang memanjakan lidah.” tutur Abah Ega.
Sesuai dengan tagline MAKAN,
Tiap kumpul pasti MAKAN
Menyenangkan mengenyangkan mensejahterakan semua orang,” Abah Ega pun menutup sesi wawancara dengan sajian Bandros yang menggugah selera.
Bagaimana? Tertarik mencicipi hidangan khas Kabupaten Bandung ???
Jurnalis | Wahyu Aminudin | Nurul















