POLISI NEWS | JAKARTA. Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi komitmen serta dedikasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri menjadi bukti nyata implementasi Polri Presisi yang berdampak langsung pada perlindungan pekerja dan stabilitas ekonomi nasional.
“Sebagai bagian dari masyarakat sipil, saya mengapresiasi konsistensi dan kerja nyata Kapolri beserta jajaran. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua hal yang saling berkaitan dan harus berjalan beriringan,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).
Poin-Poin Kinerja dan Dampak Strategis Desk Ketenagakerjaan
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
- Capaian Konkret: Hingga Agustus 2026, Desk Ketenagakerjaan Polri mencatatkan penanganan 358 perkara ketenagakerjaan dan berhasil memfasilitasi 4.236 pekerja terdampak PHK untuk kembali bekerja.
- Pendekatan Humanis: Kapolri dinilai konsisten membangun ruang dialog terbuka dengan kalangan buruh guna menyerap aspirasi dan mencari solusi sengketa secara objektif, konstruktif, serta sesuai hukum.
- Menjaga Industri Padat Karya: Langkah Polri menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dinilai penting untuk keberlangsungan sektor industri padat karya—seperti tekstil (3,8 juta pekerja) dan alas kaki (921 ribu pekerja)—yang rentan terhadap dinamika ekonomi global.
- Perlindungan dari Perdagangan Ilegal: Penindakan terhadap peredaran barang ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat turut melindungi daya saing industri dalam negeri agar mampu mempertahankan tenaga kerja.
Mendorong Kemitraan Harmonis dan Dukungan Asta Cita
Nasky menekankan bahwa perlindungan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha bukanlah hal yang berbenturan, melainkan saling menguatkan. Dukungan serikat buruh terhadap penguatan Desk Ketenagakerjaan dalam revisi regulasi ketenagakerjaan mempertegas pentingnya wadah penyelesaian sengketa yang cepat dan adil.
“Kerja nyata Polri dalam menjaga kamtibmas, melindungi pekerja, dan menjaga iklim usaha yang kondusif merupakan bentuk kehadiran negara. Ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kemajuan ekonomi nasional,” kata Nasky.
• Tim Redaksi















