POLISI NEWS | LEBAK. Pelaksanaan proyek revitalisasi KB Al-Munawaroh menjadi perbincangan publik. Proyek ini disorot terkait pengerjaan pondasi serta penggunaan material di lokasi pembangunan, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan pengamatan di lapangan, galian pondasi disinyalir tidak dikerjakan secara menyeluruh pada struktur tanah urugan. Selain itu, tampak penggunaan material Semen Patriot kemasan 40 kg di lokasi proyek.
Namun, dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dihimpun menunjukkan bahwa merk Semen Patriot tidak tercantum dalam spesifikasi teknis. Hal ini memicu pertanyaan terkait kesesuaian material lapangan dengan perencanaan awal.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana proyek, H. Entom, mengarahkan bahwa galian pondasi sengaja tidak dilakukan utuh karena faktor struktur tanah.
“Tanah di lokasi hanya digali sebagian karena kondisinya sangat keras,” ujar H. Entom menjelaskan alasan teknis pengerjaan tersebut.
Meski demikian, kesesuaian metode pondasi dan pengalihan material semen tersebut tetap memerlukan verifikasi teknis resmi dari tim pengawas proyek. Mengingat pondasi adalah struktur krusial, pengerjaannya idealnya wajib merujuk pada gambar kerja dan regulasi konstruksi.
Masyarakat meminta pihak pengawas dan instansi terkait turun ke lapangan untuk mengevaluasi proyek tersebut. Langkah ini penting guna memastikan ada tidaknya adendum (perubahan resmi) spesifikasi material serta kelayakan teknis galian.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pelaksana, pengawas, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi lanjutan demi keberimbangan informasi.
• M. Juhri















