POLISI NEWS.com | TAPTENG. Warga Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, bergotong royong memperbaiki jalan utama desa yang rusak parah akibat longsor pada November 2025 lalu. Inisiatif swadaya ini dipimpin Kepala Desa Nicson Panggabean dengan melibatkan warga, termasuk mereka yang masih tinggal di pengungsian.
Kerusakan infrastruktur terjadi pasca bencana alam 25 November 2025 yang menimbun badan jalan dan memutus akses utama. Menggunakan peralatan seadanya, warga meratakan tanah dan menimbun lubang agar jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, kondisi jalan belum mampu menahan beban kendaraan roda empat.
“Kami khawatir jika ada warga sakit kritis atau tertimpa musibah, evakuasi akan sulit dilakukan karena jalan belum bisa dilewati mobil ambulans atau darurat,” ungkap seorang warga setempat.
Melalui Kepala Desa, masyarakat mendesak Pemerintah Pusat, Provinsi Sumatera Utara, dan Pemkab Tapanuli Tengah untuk segera turun tangan membangun jembatan dan jalan permanen. Akses transportasi yang layak dinilai krusial bagi perekonomian dan pendidikan warga, mengingat desa ini menjadi sumber nafkah utama bagi banyak keluarga.
Pemdes Sait Kalangan II berharap permohonan ini mendapat respons cepat dari instansi berwenang guna memulihkan kondisi pasca-bencana dan menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Jurnalis | Oloan Sitompul




















