POLISI NEWS | SORONG. Insiden tidak mengenakkan dialami sejumlah wartawan saat hendak melakukan konfirmasi di kantor GAKUM (Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan) wilayah Sorong, yang terletak di Kilometer 16, Papua Barat Daya. Seorang oknum anggota GAKUM diduga menunjukkan sikap arogan saat menyambut kedatangan para wartawan.
Peristiwa ini bermula ketika beberapa wartawan dari media cetak dan daring (online) berupaya untuk meminta konfirmasi terkait aktivitas GAKUM di wilayah tersebut. Namun, alih-alih mendapatkan sambutan yang baik, para jurnalis justru menerima perlakuan yang kurang menyenangkan dari seorang oknum petugas.
“Kami datang untuk melakukan konfirmasi sesuai dengan tugas jurnalistik kami, tetapi kami malah disambut dengan nada tinggi dan sikap yang tidak ramah. Seolah-olah ada sesuatu yang ingin mereka tutupi,” ujar salah seorang wartawan yang hadir di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut sumber lain, ketika wartawan menanyakan nama dan jabatan oknum anggota GAKUM tersebut, jawaban yang diberikan justru bernada ketus. “Itu bukan urusan wartawan,” jawab oknum tersebut dengan nada tinggi.
Sikap seperti ini dinilai tidak mencerminkan perilaku seorang aparat publik yang seharusnya melayani masyarakat dengan ramah dan transparan.
“Penasihat Hukum Media Center Angkat Bicara”
Menanggapi insiden tersebut, Delon Solisa, S.H., Penasihat Hukum Media Center Sorong, meminta pimpinan GAKUM wilayah Maluku–Papua untuk memberikan pembinaan dan teguran kepada bawahannya agar lebih profesional.
“Oknum tersebut perlu dibina. Aparat publik seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan menghormati tugas wartawan sebagai kontrol sosial,” tegas Delon Solisa.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. “Jika ada penutupan informasi, publik akan menilai negatif. Kami berharap GAKUM memperbaiki pelayanan dan komunikasi terhadap media,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak GAKUM wilayah Sorong belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Jurnalis | @rpp















