Petani Kp Cisero Lebak Resah, HET Pupuk Bersubsidi Melambung Tinggi 

- Jurnalis

Minggu, 21 April 2024 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLISI NEWS | LEBAK. Petani di kampung Cisero, Kecamatan Panggarangan, kabupaten Lebak Banten mengeluh tinggi harga eceran tinggi (HET) pupuk subsidi. Sabtu 20/04/2024.

Menurut pengakuan para petani kampung Cisero karena harga pupuk dijual mulai dari Rp 1600.000 hingga Rp 1700.000.

“Kami para petani membeli pupuk dari bos Narto dan Sati tidak tanggung tanggung. Meraka menjual pupuk bersubsidi kepada kami dengan harga tinggi, ujar para petani.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut petani, Kami meminta kepada pihak Satgas Ketersedian Satgas Pangan segera turun tangan menyelidiki pupuk subsidi dengan harga mahal,”ucapnya.

Kepada Kadis Pertanian kab Lebak dan ke distributor kabupaten Lebak untuk turun tangan dan menindak tegas oknum yang menjual Pupuk mahal.

Menurut pengakuan petani, kami membeli pupuk subsidi dengan harga mahal yang tidak sesuai dengan HET. “Kami tetap membeli pupuk karena padi butuh pupuk bukannya kami mampu tapi butuh pupuk, “keluhnya pada awak media Jumat, 19/04/2024.

Saat dikonfirmasi Narto mengaku sudah sesuai kemauan petani. Maka saya berani menjualnya. Karena pernah kejadian dulu pak Entis kena Sangsi karena menjual pupuk bersubsidi terlalu mahal.  Masyarakat tidak keberatan pupuk mahal yang penting kebutuhan tercukupi,”tegasnya.

Lanjut Narto, Itupun saya sudah menolak tapi petani terus menyuruh saya untuk mengadakan pupuk lalu saya belanja ke kios pupuk resmi di kampung Ciletuh

Adapun harga kami siap menebus Dua karung  100 kg Rp 320 Tiga Ratus Dua puluh yang penting pupuk ada.

Ditempat terpisah awak media mengkonfiramsi Kepala Sub Satgas Ketersedian Satgas Pangan Mabes Polri via WhatsApp mengatakan, pihaknya siap melakukan pengawasan dan memberikan tindakan tegas terhadap pengecer dan distributor pupuk yang merugikan petani. Yakni dengan menjual pupuk bersubsidi tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Batu Katak Bukti Kecintaan Syah Afandin kepada Masyarakat Bahorok

“Jika ada distributor dan pengecer nakal dan kami temukan, itu tidak ada kompromi. Kami langsung cabut izin usahanya dan pidanakan. Kami mendukung penuh langkah tegas Bapak Mentan Amran. Negara dan petani tidak boleh dipermainkan oleh oknum tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi pun ditempat terpisah menyampaikan sangat setuju atas tindakan tegas tersebut. Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah, sehingga peredarannya dipantau oleh aparat penegak hukum, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, TNI hingga Pemerintah Daerah (Pemda) sehingga pengawasan sangat ketat dan pemberian sanksinya langsung mencabut izin usahanya bahkan pidana.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kejari Padang Lawas Gelar Coffee Morning Bareng Media, Optimis Tegakkan Hukum Meski Personil Terbatas
Pengamanan Demo DPR RI Humanis, Analis Publik Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Demokrasi
Wamendagri Bima Arya sebut Kepala Daerah Petarung di Tengah 5 Tantangan Zaman
Berita Duka Cita: Berpulangnya Arisman, Kepala Perwakilan Jawa Barat Polisinews.com
Marak Ajakan Demo Pelajar, Sekjen FRIC: Jangan Pertaruhkan Masa Depan!
Ancaman Bencana Berlipat di Sorong: Dari Kebakaran Lahan Hingga Pembalakan Liar
Tangani Karhutla Sumsel, Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Ratas di Palembang
Dukung Pembentukan Kodam di Papua Barat Daya, Praktisi Hukum: Jangan A Priori, Lihat Hasilnya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Kejari Padang Lawas Gelar Coffee Morning Bareng Media, Optimis Tegakkan Hukum Meski Personil Terbatas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Pengamanan Demo DPR RI Humanis, Analis Publik Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Demokrasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Wamendagri Bima Arya sebut Kepala Daerah Petarung di Tengah 5 Tantangan Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Berita Duka Cita: Berpulangnya Arisman, Kepala Perwakilan Jawa Barat Polisinews.com

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Marak Ajakan Demo Pelajar, Sekjen FRIC: Jangan Pertaruhkan Masa Depan!

Berita Terbaru