Pedagang Daging Pasar Wanaraja Garut Keluhkan RPH Sudah Tidak Layak

- Jurnalis

Jumat, 5 Maret 2021 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT | POLISI NEWS – Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang kerap bocor dan atapnya sudah keropos termakan usia, kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang daging Pasar Wanaraja Garut.

Pasalnya, bangunan Rumah Pemotongan Hewan yang berlokasi di Kampung Bojongnangka RT 04 RW 02 Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja ini sudah tidak layak.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua IWAPA (Ikatan Warga Pedagang Pasar) Wanaraja, Ali Nurdin atau sapaan akrabnya Ceceng menurutnya, ” Kondisi rumah pemotongan hewan tersebut gentengnya sudah banyak yang bocor, tiang dan kayu yang di atasnya sudah lapuk dan keropos berpotensi ambruk,” ungkapnya kepada Wartawan Polisi News, Jum’at, (05/03/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi ini diperparah dengan lantai yang retak dan berlubang, apalagi bak penampungan air gak bisa di pakai, keran saluran airnya juga sudah pada gak jalan,”lanjutnya.

Bagi mereka yang para pedagang daging pasar Wanaraja kerap merasakan dampak akibat bangunan tempat pemotongan hewan yang sudah tidak layak.

Para pedagang daging melalui ketua IWAPA Wanaraja berharap, ” kondisi ini secepatnya ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah untuk direnovasi atau direvitalisasi. Apalagi dalam waktu dekat ini akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pemotongan hewan di RPH tersebut otomatis akan meningkat dari biasanya,” pungkasnya.

Tim Liputan | Bang Adies

Baca Juga:  Abdul Wahab Kembali Dilantik Menduduki Jabatan Sekda Baru Kabupaten Bantaeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hafidz Cilik Tunanetra Asal Banyuwangi, Yasmin (9) Hafal 6 Juz Al-Qur’an Meski Buta Sejak Balita
11 Alat Berat Lintas Sektor Dikerahkan Percepat Normalisasi Sungai Sipange Tapteng
Tolak Stigma Londo Ireng, Jurnalis Sampang Aksi di DPRD : Kritik Adalah Hak, Bukan Pengkhianatan
Menenun Mimpi dari Batas Keterbatasan: Perjalanan Inspiratif Scholarindo Menebar Ilmu Tanpa Sekat
Dun Belanda Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur, Akui Sebar Fitnah Secara Terpaksa
Wabup Aceh Timur Beri Ultimatum 2×24 Jam kepada Dun Belanda untuk Klarifikasi Tuduhan Fitnah
🔹 Meluruskan Narasi: Ibu Tunggal Berjuang Nafkahi Anak, Bisnis Pribadi Bukan Urusan PPWI
Sedekah Bumi Kadongdong Kidul Dimeriahkan Wayang Kulit “Cungkring Jadi Raja”
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:42 WIB

11 Alat Berat Lintas Sektor Dikerahkan Percepat Normalisasi Sungai Sipange Tapteng

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:57 WIB

Tolak Stigma Londo Ireng, Jurnalis Sampang Aksi di DPRD : Kritik Adalah Hak, Bukan Pengkhianatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:24 WIB

Menenun Mimpi dari Batas Keterbatasan: Perjalanan Inspiratif Scholarindo Menebar Ilmu Tanpa Sekat

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:42 WIB

Dun Belanda Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur, Akui Sebar Fitnah Secara Terpaksa

Senin, 27 Juli 2026 - 08:22 WIB

Wabup Aceh Timur Beri Ultimatum 2×24 Jam kepada Dun Belanda untuk Klarifikasi Tuduhan Fitnah

Berita Terbaru