MILITER NEWS | SURABAYA. KRI Bima Suci resmi kembali ke Dermaga Madura, Ujung Surabaya, Selasa (28/7/2026), setelah menuntaskan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Tahun 2026.
Kapal latih kebanggaan TNI AL ini disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya beserta Ketua Jalasenastri Ny. Yully Alit Jaya, menandai berakhirnya pelayaran selama 124 hari yang menempuh jarak 16.877 nautical mile.
Misi kali ini merupakan diplomasi angkatan laut ke-10 bagi KRI Bima Suci. Sejak bertolak dari Surabaya pada 26 Maret 2026, kapal membawa 156 Taruna AAL Angkatan Ke-73 dan 52 Cadet negara sahabat mengunjungi delapan pelabuhan internasional: Jakarta, Belawan, Colombo (Sri Lanka), Singapura, Da Nang (Vietnam), Shanghai (Tiongkok), Busan (Korea Selatan), Vladivostok (Rusia), Nagasaki (Jepang), Manila (Filipina), hingga Bitung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rute ambisius ini membuktikan kapabilitas Indonesia sebagai bangsa maritim yang profesional dan terbuka dalam membangun kerja sama global.
Dalam sambutannya, Pangkoarmada II memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan loyalitas seluruh prajurit serta taruna.
“Keberhasilan pelayaran ini telah memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia. Kita tidak hanya berlayar, tetapi juga membangun jembatan persahabatan melalui diplomasi angkatan laut yang humanis dan strategis,” ujar Laksda Alit Jaya.
Penyambutan berlangsung khidmat dan hangat dengan dihadiri Pejabat Utama, Asisten Pangkoarmada II, serta keluarga prajurit yang telah menunggu kepulangan anggota mereka.
Kehadiran para orang tua dan kerabat menjadi momen emosional yang menegaskan bahwa di balik kesuksesan misi nasional, terdapat dukungan tak tergantikan dari keluarga besar TNI AL.
Kepulangan KRI Bima Suci bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan, melainkan bukti nyata kesiapan generasi muda pelaut Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Dengan pengalaman lintas benua dan interaksi multinasional, para taruna kini kembali ke pangkalan dengan bekal kompetensi dan wawasan global yang mumpuni.
• Ahmad Darowi














