POLISI NEWS| KARAWANG. SMK Mitra Karya Kabupaten Karawang menerapkan standar pembinaan baru bagi siswa tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 110 siswa baru diwajibkan mengikuti program orientasi selama tiga minggu penuh, melampaui durasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada umumnya yang hanya satu minggu.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung terhadap tuntutan dunia industri yang mengutamakan kedisiplinan dan karakter kuat di atas sekadar kompetensi teknis.
Wakasek Bidang Kurikulum Enjang Jahrudin menjelaskan bahwa dua minggu tambahan setelah MPLS difokuskan secara eksklusif untuk Pendidikan Karakter dan Pelatihan Kepemimpinan (Leadership Training).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Siswa tidak langsung masuk kelas reguler. Mereka akan full menjalani pembentukan mental, disiplin, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Enjang kepada Etika News, Selasa (28/7/2026).
Program intensif ini mencakup latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) setiap pagi untuk membangun kekompakan dan tanggung jawab, serta pelatihan Tarungderajat guna memperkuat fisik, mental, dan daya juang. Kombinasi kedua aktivitas ini dirancang untuk menciptakan fondasi attitude yang solid sebelum siswa menerima materi keahlian.
Menurut Enjang, perpanjangan masa pembinaan ini merupakan jawaban konkret atas keluhan perusahaan mitra yang sering menemukan lulusan SMK kurang siap secara etika kerja.
“Dunia industri menginginkan anak yang disiplin dan berakhlak. Kami ingin lulusan kami menjadi SDM unggul: jago di bidangnya, namun tetap memiliki jiwa pemimpin dan integritas tinggi,” tegasnya.
Melalui kebijakan ini, SMK Mitra Karya menegaskan komitmennya untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara hard skill, tetapi juga tangguh secara soft skill.
Dengan bekal karakter yang ditempa sejak hari pertama, diharapkan lulusan sekolah ini mampu bersaing dan bertahan lama di pasar kerja yang semakin kompetitif.
• Asman Saepudin














