Diduga Ada Pungli Dipembagian Beras Bulog dan Bantuan PKH di Desa Girijagabaya Kecamatan Muncang

- Jurnalis

Kamis, 26 Desember 2024 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat warga mengambil Bnasos

Saat warga mengambil Bnasos

POLISI NEWS | LEBAK. Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali mencuat di Desa Girijagabaya, Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak Banten. Peristiwa ini terjadi saat pembagian  beras Bulog, di mana sejumlah warga Kampung Cianggiren mengaku diminta Oknum RT membayar Rp 15.000 Per KPM, Kamis 26/12/2024

Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan yang seharusnya bernilai Rp 400.000 dipotong sebesar Rp 20.000, sehingga mereka hanya menerima Rp 330.000.

“Kami merasa terbebani dan keberatan dengan adanya pungutan ini. Seharusnya pembagian beras Bulog dan bantuan PKH tidak disertai tambahan biaya seperti ini,” keluh salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Girijagabaya, Muhaemin, membenarkan adanya pungutan tersebut Rp 15.000 (Lima Belas Ribu Rupiah) saat pembagian beras Bulog “,Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk Ongkos ekspedisi kirim dari Desa Kewarga Cianggiren untuk pengondisian RT selama penyaluran.

“Kalau tidak ada yang menjaga, wilayah ini bisa rawan dalam jangka waktu dua hari. Jadi, uang tersebut juga untuk memastikan keamanan,” ungkap Jaro Muhaemin,

Namun, ini bukan Pertama kali pungutan terjad, Sebelumnya, Saat penyaluran beras Bulog, warga juga diminta membayar Rp 15.000 Per KPM, Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat pihak Bulog telah memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000 per kantong beras kepada panitia distribusi Desa setelah pembagian selesai di tingkat kabupaten,

Menurut data yang dihimpun menyebutkan bahwa jumlah penerima beras Bulog di Desa Girijagabaya mencapai ratusan orang. Warga berharap pemerintah Desa lebih transparan dalam pengelolaan dana tersebut dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai membebani masyarakat penerima bantuan.

“Sebaiknya tidak ada pungutan tambahan. Beras Bulog dan bantuan PKH ini diberikan untuk membantu warga yang membutuhkan. Kalau memang ada biaya lain, kami harap pengelolaannya jelas dan terbuka,” ujar seorang warga lainnya.

Baca Juga:  IMC Lakukan Aksi Unjuk Rasa Geruduk Pabrik Semen PT Cemindo Gemilang

Hingga berita ini Diterbitkan Pihak Bulog maupun pemerintah Kecamatan belum memberikan tanggapan terkait dugaan pungutan liar ini.

Jurnalis | M.juhri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sambangi Tapteng, Wapres Gibran Didesak 4 Kades Pulihkan Akses Jalan dan Listrik Pasca-Bencana
Kawal RUU Perampasan Aset, PP GPPMI Dukung Keberanian Sufmi Dasco Ahmad
Bahaya Mikroplastik: Mengapa Makanan dan Minuman dari Wadah Plastik Panas Berisiko Kanker?
Aksi Cepat Kapolri Bantu Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi Pengamat
Aura Bukan Kostum: Mengapa Keaslian Adalah Frekuensi Tertinggi
Dibalik Polemik Baitul Mal Aceh: Benarkah Ada Potongan Rp4,5 Juta? Ini Fakta Sebenarnya
Proyek Rabat Beton Blok Tripel Warujaya Dipersoalkan Warga, Dugaan Keterlambatan Jadi Sorotan
Pilot Tewas Diserang KKB, Praktisi Hukum dan Jurnalis Desak Keamanan Penerbangan Perintis Papua Diperkuat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:35 WIB

Sambangi Tapteng, Wapres Gibran Didesak 4 Kades Pulihkan Akses Jalan dan Listrik Pasca-Bencana

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset, PP GPPMI Dukung Keberanian Sufmi Dasco Ahmad

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bahaya Mikroplastik: Mengapa Makanan dan Minuman dari Wadah Plastik Panas Berisiko Kanker?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Aksi Cepat Kapolri Bantu Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi Pengamat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Aura Bukan Kostum: Mengapa Keaslian Adalah Frekuensi Tertinggi

Berita Terbaru