Proyek Jembatan di Kelurahan Pinokalan Bitung, Disorot Warga: Diduga Terindikasi Mark Up

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

POLISI NEWS | BITUNG. Proyek pembangunan jembatan di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung,(11/11/2024).Menuai perhatian publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Siaga ini tercatat dalam kontrak nomor 07/602.1/SP/DAU/Jembatan Pinokalan/PPK-BM/VII/2023, dengan anggaran Rp 2.984.000.000,00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Bitung, dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 4 Juli 2023.

Namun, warga mulai mempertanyakan kelayakan anggaran setelah melihat hasil fisik jembatan yang dinilai tak sebanding dengan nilai yang tertera di papan proyek. Beberapa bagian dari konstruksi jembatan tersebut hanya menggunakan pondasi batu pecah, sehingga memicu kecurigaan mengenai transparansi dan pengelolaan dana yang dianggarkan.

“Kami ragu apakah anggaran ini benar-benar dialokasikan secara tepat, karena jembatan terlihat sederhana, tetapi biayanya hampir tiga miliar rupiah. Kami meminta agar aparat hukum melakukan pemeriksaan terkait dugaan mark-up ini,” ujar seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Linda Ladumbela, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, memberikan tanggapan singkat, “Mohon maaf ya, saya lagi fokus pada pendidikan S2, kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan ke staf saya saja.”

Warga mendesak adanya audit serta pengecekan fisik dari pihak berwenang untuk memastikan proyek berjalan sesuai anggaran dan spesifikasi teknis. Mereka juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk memantau proses pembangunan ini agar tidak ada penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Warga menilai keberadaan jembatan ini sangat penting untuk aktivitas harian dan mengkhawatirkan kualitas bangunan yang kurang memadai untuk keamanan pengguna. Mereka berharap adanya tindakan tegas dan audit transparan dari pihak berwenang agar pembangunan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Hoegeng Award, Kapolri Buka Ruang Kritik Untuk Terus Lakukan Perbaikan

Jurnalis | Nando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sambangi Tapteng, Wapres Gibran Didesak 4 Kades Pulihkan Akses Jalan dan Listrik Pasca-Bencana
Kawal RUU Perampasan Aset, PP GPPMI Dukung Keberanian Sufmi Dasco Ahmad
Bahaya Mikroplastik: Mengapa Makanan dan Minuman dari Wadah Plastik Panas Berisiko Kanker?
Aksi Cepat Kapolri Bantu Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi Pengamat
Aura Bukan Kostum: Mengapa Keaslian Adalah Frekuensi Tertinggi
Dibalik Polemik Baitul Mal Aceh: Benarkah Ada Potongan Rp4,5 Juta? Ini Fakta Sebenarnya
Proyek Rabat Beton Blok Tripel Warujaya Dipersoalkan Warga, Dugaan Keterlambatan Jadi Sorotan
Pilot Tewas Diserang KKB, Praktisi Hukum dan Jurnalis Desak Keamanan Penerbangan Perintis Papua Diperkuat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:35 WIB

Sambangi Tapteng, Wapres Gibran Didesak 4 Kades Pulihkan Akses Jalan dan Listrik Pasca-Bencana

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset, PP GPPMI Dukung Keberanian Sufmi Dasco Ahmad

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bahaya Mikroplastik: Mengapa Makanan dan Minuman dari Wadah Plastik Panas Berisiko Kanker?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Aksi Cepat Kapolri Bantu Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi Pengamat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Aura Bukan Kostum: Mengapa Keaslian Adalah Frekuensi Tertinggi

Berita Terbaru