POLISI NEWS | TAPTENG. Tim Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Nasional yang dipimpin Koordinator Wilayah Sumut, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, melakukan monitoring ketat terhadap progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (29/7/2026).
Fokus utama peninjauan tertuju pada penyelesaian sabo dam di Kecamatan Tukka dan tanggul pengaman di Kelurahan Sipange yang krusial bagi keselamatan warga.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mendampingi tim supervisi meninjau langsung titik-titik kritis, termasuk areal persawahan di Kelurahan Bonalumban dan lokasi pembangunan sabo dam di Lingkungan V, Kelurahan Hutanabolon. Masinton menegaskan bahwa percepatan penyelesaian infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memutus mata rantai trauma masyarakat akibat banjir bandang yang kerap membawa material sedimen masif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap sabo dam di Tukka dan Sipange segera tuntas. Masyarakat tidak boleh lagi dihantui rasa was-was setiap kali hujan turun. Mereka harus bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” ujar Masinton di lokasi peninjauan. Ia juga menjamin seluruh proses penanganan dana dan pelaksanaan proyek berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan, meski menghadapi keterbatasan sumber daya daerah.
Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan bahwa kehadiran Tim Monev bertujuan memverifikasi kesesuaian antara perencanaan teknis dengan realisasi di lapangan. “Tugas kami menyajikan data faktual, mengidentifikasi hambatan, dan memberikan peringatan dini jika ada potensi keterlambatan target. Rekomendasi kami akan menjadi basis kebijakan strategis Posko Nasional,” tegasnya.
Peninjauan ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Polresta Sumatra Utara, Kodim 0211/Tapteng, serta perwakilan BNPB.
Kehadiran pusat diharapkan dapat mempercepat solusi atas kendala teknis dan administratif, sehingga rehabilitasi pascabencana di Tapteng dapat segera memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan psikologis korban bencana.
• Makkinullah














