POLISI NEWS | BEKASI. Mulyana Saepul, Calon Kepala Desa Bojongsari Nomor Urut 2, resmi meluncurkan program unggulan keagamaan dalam kampanye perdananya pada Selasa (15/9/2026). Program ini berfokus pada kemandirian ekonomi lembaga keagamaan di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
Program yang diberi nama “Satu Lahan Produktif Untuk Rumah Ibadah” tersebut langsung menyita perhatian warga.
Saat berorasi di hadapan ratusan simpatisan, Mulyana merinci tiga poin utama dari programnya:
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu Hektar Sawah untuk Masjid: Lahan produktif seluas satu hektar dialokasikan untuk setiap masjid di Bojongsari. Hasil panennya ditujukan untuk mengisi kas masjid, kegiatan dakwah, santunan, serta kegiatan sosial lainnya.
Satu Petak Sawah untuk Musala: Setiap musala akan mendapatkan satu petak sawah agar kegiatan rutin seperti pengajian, TPA, dan aktivitas remaja musala tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada sumbangan warga.
Satu Hektar Sawah untuk Gereja: Guna menjaga semangat toleransi, gereja yang berada di wilayah Bojongsari juga akan menerima satu hektar sawah produktif untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan.
“Masjid dapat, musala dapat, gereja juga dapat. Kita ingin semua rumah ibadah di Bojongsari mandiri dan sejahtera,” tegas Mulyana.
Mulyana menjelaskan ada dua tujuan besar dari program ini. Pertama, menciptakan kemandirian ekonomi bagi pengurus rumah ibadah agar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun pengurus ibadah lainnya tidak kesulitan mencari dana operasional. Kedua, memperkuat rasa keadilan dan toleransi anta rumat beragama.
“Kalau semua mendapat bagian yang adil, tidak ada yang merasa dibedakan. Ini wujud nyata toleransi. Sawah untuk ibadah, ibadah untuk kesejahteraan,” ujarnya.
Program ini disambut antusias oleh para tokoh agama, pengurus DKM, dan warga sekitar. Banyak yang menilai langkah ini sebagai terobosan baru dalam sejarah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bojongsari.
Mulyana berkomitmen akan merealisasikan program ini dalam 100 hari pertama kepemimpinannya jika dipercaya oleh warga. Ia juga berencana menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dinas terkait agar pengelolaan lahan dapat berjalan profesional serta transparan.
“Dengan nomor urut 2, mari kita kawal bersama. Kita bangun Bojongsari yang religius, rukun, dan mandiri,” pungkasnya.
Kegiatan kampanye perdana tersebut ditutup dengan doa bersama lintas agama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
• Asman Saepudin















