POLISINEWS.com | LEBAK. Kondisi Jalan Raya Citorek–Warung Banten yang kian memprihatinkan memicu aksi turun ke jalan dari masyarakat Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Sabtu (5/9/2026). Tak tinggal diam melihat akses utama mereka terancam putus, warga dari berbagai desa bergotong royong menambal jalan bersama personel TNI, Polri, serta Paguyuban Amprak Citorek.
Pantauan di lokasi, kerusakan jalan sudah memasuki tahap membahayakan. Bagian bawah badan jalan mulai menganga lebar akibat gerusan longsor, sementara permukaan aspal retak-retak. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara yang melintas setiap hari.
Melihat lambatnya penanganan permanen, warga memilih bergerak mandiri membawa peralatan seadanya sejak pagi hari untuk menata material di titik-titik rawan.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Amprak Citorek, Fauzi, menegaskan aksi swadaya ini merupakan langkah darurat demi menjaga keselamatan warga antarwilayah. Namun, ia mengingatkan aksi gotong royong ini bukan solusi jangka panjang.
“Ini bukan persoalan satu desa saja, melainkan akses vital masyarakat luas. Apa yang bisa kita kerjakan hari ini, kita kerjakan bersama. Namun, perbaikan sementara tentu tidak cukup. Kerusakan yang menganga ini butuh penanganan permanen dari pemerintah terkait,” tegas Fauzi.
Hal senada diungkapkan warga setempat. Menurut mereka, penambalan swadaya memiliki keterbatasan daya tahan, terutama melihat ancaman longsor di bawah badan jalan.
“Kami cuma bisa bantu sebisanya. Kalau kerusakannya sudah separah ini, tidak mungkin tuntas hanya dengan swadaya. Kami mendesak ada tindak lanjut nyata supaya jalan ini benar-benar diperbaiki sebelum jatuh korban,” ujar salah satu warga.
Aksi gotong royong ini diikuti oleh warga lintas desa di Kecamatan Cibeber, jajaran kepala desa, aparat TNI-Polri, dan anggota Paguyuban Amprak Citorek sebagai bentuk sentilan sekaligus kepedulian terhadap fasilitas publik yang kian terabaikan.
• M. Juhri















